Libur Panjang 3 Hari di Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua 2020 - Heriyanto Rantelino

Libur Panjang 3 Hari di Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua 2020

Libur Panjang 3 Hari di Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua 2020




Masyarakat Papua tengah mempersiapan diri menyambut HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua yang dilaksanakan besok, Rabu, 5 Februari. Tak terasa sa sudah 3 tahun dapat moment sakral ini di Papua.
Saking sakralnya, Pemda Papua mengeluarkan surat edaran libur resmi mulai hari Rabu sampai Jumat, 5-7 Februari. Ini sebagai ungkapan syukur atas kehadiran kabar keselamatan Tuhan di Bumi Cendrawasih ini.
Adapun Sejarahnya sebagai berikut:
" Sejarah Pekabaran Injil di dunia ini berlangsung atas perintah Yesus yang dikenal dengan Amanat Agung dan jaminan penyertaan-Nya, yang disampaikan kepada murid-murid-Nya sebelum dan sesaat menjelang terangkat ke sorga, dalam Injil Matius, 28:19~20 dan Kisah Para Rasul 1: 8 ;
“Karena itu pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang kuperintahkan kepadamu. Dan Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman”.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kusdus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”.
Amanat untuk menyampaikan kabar Keselamatan bagi manusia inilah, yang telah mengelora dalam diri mendorong dan menyatukan pandangan dua orang tokoh Gereja dari negera; Jerman dan Belanda yakni ; Pendeta Johannes Gossner dan Pendeta Ottho Helldrin, untuk merancang dan mewujudkan keselamatan Allah bagi bangsa Papua.
Johannes Gossner pernah menyampaikan pergolakan batinnya untuk pengutusan para penginjil ke seluruh dunia termasuk ke Tanah New Guenia, sebab itu pada suatu kesempatan pentahbisan utusan-utusan zending Berlin pertama, tahun 1833 ia menyampaikan bahwa;
“Saya berpendirian bahwa zending atau pekabaran Injil diantara segala bangsa dan pada segala zaman, merupakan pekerjaan yang paling perlu, yang paling berakar dalam hakekat agama Kristen, yang paling diberkati dan yang paling suci dan penting, yang harus diterima oleh semua orang Kristen yang sejati dan oleh seluruh gereja protestan. Dan tujuan pekerjaan ini ialah menanamkan dan menyebarkan agama Kristen, membawa keselamatan kepada bangsa-bangsa, kepada sesama kita manusia serta saudara-saudara kita yang turut ditebus bersama kita”.
Johannes Gossner dan Ottho Helldrin adalah sutra dara dari sejarah keselamatan bagi manusia Papua. Pemeran utamanya adalah penginjil Carl Willem Ottow dan Johann Gotlob Geissler.
Pada tanggal 25 Juni 1852, Gossner dan Heldring melepas keberangakatan kedua penginjil dari pelabuhan Rotterdam Belanda dengan kapal “Abel Tasman” menujuh Batavia, sebagai daerah transit pertama sebelum ke Tanah New Guenia dan tiba di Batavia pada tanggal 7 Oktober 1852. Selama Di Batavia mereka tinggal 1 thn 6 bulan, sambil mendirikan sekolah bagi pendidikan anak pribumi dan Tionghoa dan juga mempelajari bahasa Melayu.

Gereja GPI Torsina Mimika Papua

Tanggal 9 Mei 1854 mereka meninggalkan Batavia menujuh Ternate, tiba tanggal 30 Mei 1854. Tinggal di Ternate selama 8 bulan, dari bulan Juni 1854 s/d Januari 1855, sambil mempelajari bahasa Arafuru, karena menurut dugaan mereka bahwa, bahasa Arafuru-lah yang digunakan oleh orang-orang di Tanah New Guenia Papua, tetapi kenyataannya tidak seperti yang diduga sebelumnya. (Kamma,F.C. 1981:46-49).
Pada tanggal 12 Januari 1855, Carl Willem Ottow dan Johann Gotlob Geissler bertolak dari Ternate menujuh teluk Dore Manokwari - Mansinam yang dalam peta dunia disebut sebagai “wilayah Iblis atau dunia hitam”. Selama tiga minggu 2 hari mereka berada dalam perjalanan menujuh pulau Mansinam.
Akhirnya tibalah kedua penginjil/ zending ini pada pagi hari minggu tanggal 5 Februari 1855, jam 06.00 di pantai pulau Mansinam - Manokwari. Sesaat menginjakkan kakinya dipantai pulau Mansinam, kedua Penginjil ini mentahbiskan seluruh pekerjaan Pekabaran Injil di Tanah New Guenia dengan kata-kata tahbisan ; “IN GOTTES NAMEN BETTRATEN WIR DAS LAND - Dalam Nama Tuhan, Kami menginjakkan kaki di Tanah ini”.
Setelah mengucapkan kata-kata tabisan ini, kedua penginjil masuk ke dalam semak-semak lalu berlutut disana; untuk mencurahkan isi hati, berdoa kepada Tuhan, supaya mendapatkan kekuatan spritual, tenaga, terang dan kebijaksanaan, agar semua dapat dimulai dengan sungguh-sungguh baik, dan agar Tuhan, sudi menaruh belas kasihan kepada orang-orang (Papua) kafir yang malang itu”).
Titik awal tibanya kabar baik, Injil Kerajaan Allah, di mulai dari Manokwari, dari Manokwari Injil menyebar keseantero Tanah New Guenia, walaupun tidak terjadi bersamaan waktunya. Tindakan Allah untuk membebaskan manusia Papua, merupakan kasih Karunia-Nya semata-mata. Supaya suku bangsa Papua diselamatkan dan mengalami hidup yang penuh dalam kelimpahan.
Kini Kabar baik tetang Yesus Kristus, telah disampaikan ke seluruh tanah Papua, setelah sekian ratus tahun lamanya, manusia Papua tertawan oleh iblis dalam dosa. sejak saat itu Injil yang adalah kekuatan Allah, merembet dari Mansinam menyusuri pantai Utara, Selatan, Timur, Barat dan ke pegunungan tengah tanah ini dan lambat-laun memutuskan mata rantai iblis dan membebaskan bangsa Papua untuk menikmati hidup yang lebih baik, aman, damai dan sejahtera menuju kesempurnaan yang abadi dalam pekerjaan Bapa di sorga.
-Selamat Beribadah Sa punya sodara di Papua-


Please write your comments