![]() |
| Dok:Matakara Galleries |
Kota
Timika ternyata menyimpan berbagai cerita menarik. Bukan hanya cerita barang
tambangnya yang terkenal sampai di belahan negara Amerika sana atau kebudayaan
unik dari Suku Kamoro dan Amungme yang diminati para wisatawan mancanegara
tetapi ada hal yang belum banyak dipublikasikan dari Timika khusunya mengenai
kekayaan alam dan kreasi masyarakatnya yang berpotensi menjadi ladang bisnis bercitarasa
internasional. Apa sajakah itu? Mari kita bahas satu-persatu:
1.
Karaka
![]() |
| Dok:Jitunews.Com |
Salah
satu komoditi unggulan lokal dari daerah ini adalah kepiting hitam atau biasa
disebut karaka. Karaka itu sejenis kepiting ukuran besar, memiliki cangkang
yang lumayan keras, dagingnya tebal dengan citarasa yang manis alami. Hewan ini
bisa dijumpai di kawasan pedalaman hutan bakau pesisir pantai.
Tak
hanya rasanya yang maknyuss tapi juga kandungan gizinya yang tinggi (Omega 3),
rendah lemak, dan mengandung antioksidan. Dipercaya bisa mengobati penyakit
kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bisa terlihat awet muda. Tak
salah jika karaka menjadi salah satu primadona sajian kepiting di resto-resto
ternama di Indonesia.
![]() |
| Dok: BKIPM Jayapura Twitter |
Pemerintah
Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan bahkan mendorong
Kabupaten Mimika, Provinsi Papua agar dapat mengekspor kepiting ke berbagai
daerah Indonesia dan ke sejumlah negara tetangga. Pada akhirnya, hampir setiap
hari komoditas kepiting dari Timika diangkut ke Jakarta, Denpasar dan Surabaya,
Malaysia hingga ke Australia.
Dari
data Dinas Kelautan dan Perikanan Mimika, pengiriman kepiting dari Bandara
Mozes Kilangin Timika ke Surabaya setiap hari sekitar 500 hingga 1.000 Kg. Adapun
harganya sekitar 100-200 ribu/Kg (3-4 buah kepiting).
2.
Sarang semut
![]() |
| Dok: Pribadi |
Mungkin
dalam pikiran teman-teman sarang semut adalah bangunan yang dibangun oleh
kumpulan semut. Tapi ternyata eh ternyata, sarang semut adalah sejenis tanaman.
Adapun sejarahnya yaitu karena tanaman ini menumpang pada tanaman lainnya
(epifit) yang mana umbinya dihuni oleh semut. Sarang semut biasanya tumbuh pada
dahan atau batang tumbuhan dan banyak ditemukan di Papua.
Segudang
manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman ini utamanya mengobati
penyakit-penyakit maut seperti kanker, tumor, jantung, stroke, TBC. Tak hanya
itu tanaman ini bisa meredakan penyakit ringan seperti wasir, sakit kepala
sebelah, rematik, pegal linu, dan bisa meningkatkan gairah seksual.
Spesialnya
juga, tanaman ini dipercaya bisa mengembalikan resistensi multi-obat dimana
kandungan Flavonoid dalam tanaman ini bisamembantu tubuh terhindar dari
resistensi / kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.
Mengingat
saat ini orang kembali mengandalkan obat-obatan dari alam karena efek
sampingnya rendah, maka potensi bisnis ini menjanjikan. Namun sayangnya, belum
banyak yang berani memasarkannya di pasar internasional. Saat ini hanya ada
segelintir pengusaha saja yang berani mengekspornya sepertu di Singapura,
Malaysia, Jerman, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.
3.
Kopi Amungme
Pada
awalnya, kopi Amungme ini hanya dikhususkan bagi kalangan ekspatriat di kawasan
Tembagapura, namun karena rasanya yang berbeda dengan kopi-kopi yang ada maka
hal ini membuat masyakat ingin menikmatinya juga.
Amungme
Gold kopi diproduksi di daerah dataran tinggi Mimika areal pertambangan PT
Freeport Indonesia. Kopi Amungme ini ditanam di ketinggian 2.500 mdpl pada
sejumlah kampung yaitu Kampung Oroanop, Tsinga, Hoya, dan Kampung Banti.
Tanaman kopi dipupuk dengan tanaman bernitrogen serta material kompos dan
multus hutan alami yang pada akhirnya membuat rasanya khas. Rasanya agak
sedikit asam dengan rasa moka.
Kopi
Amungme Gold mampu menembus pasar internasional karena sudah tersebar di
beberapa negara terutama di Amerika Serikat. Gerai kopi internasional,
Starbucks, bahkan mau mengadakan kerjasama tapi karena jumlahnya terbatas
sehingga belum merata tersebar di gerainya secara merata.
Tak
hanya itu, kopi ini sudah diakui oleh salah satu organisasi yang bergerak di
bidang produksi makanan organik yaitu CERES karena cita rasanya berbeda dengan
kopi-kopi yang pernah ada.
4.
Buah Merah
![]() |
Dok: Nulis.Co.Id
Buah merah atau kuansu adalah buah yang tumbuh di wilayah Papua termasuk di Timika. Buah merah biasanya dikonsumsi dengan cara dimakan langsung atau dipotong-potong lalu direbus, dipanggang, atau dimasak dalam oven batu.
Dari
hasil penelitian, buah ini dipercaya mampu mengobati penyakit termasuk penyakit
yang hingga sekarang susah diobati dengan obat kimiawi. Hal inilah yang
membuatnya diincar oleh negara-negara di dunia. Khasiatnya dipercaya dapat
menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit HIV/AIDS.
Di
mana tokoferol dan betakarotennya dapat berperan sebagai antioksidan guna
meningkatkan kekebalan tubuh, kanker dan tumor di mana tokoferolnya dapat juga
berperan sebagai antioksidan untuk kekebalan tubuh, penyakit stroke dan tekanan
darah di mana kandungan tokoferal dapat mengencerkan darah dan membuat
sirkulasi darah normal kembali, penyakit diabetes mellitus di mana kandungan
tokoferol dapat membantu kerja pankreas sehingga fungsi pankreas dapat kembali
normal, dan masih banyak lagi penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan oleh
buah kansu ini.
Selain
menyembuhkan berbagai macam penyakit, buah merah ini juga diyakini dapat
meningkatkan kesuburan karena kandungan vitamin E-nya yang sangat tinggi
sehingga dapat membantu meningkatkan gairah serta vitalitas fisik sepanjang
hari.
Karena kekayaan
khasiatnya itulah banyak masyarakat mancanegara mengincar buah merah Papua ini
yang lantas kerap digunakan untuk obat-obatan dan juga penelitian. Pengolahan
buah ini banyak diekspor ke berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, bahkan
sampai Afrika
5. Noken
Noken adalah sejenis
tas tradisional Papua yang terbuat dari kulit kayu atau serat kulit kayu pohon
yang elastis dan kuat. Tas ini dibentuk dengan sistem anyam atau rajut. Bentuk
rajutan Noken biasanya berbentuk jaring dan digunakan oleh masyarakat untuk membawa
barang dengan mengaitkan tali ikatan Noken di kepala mereka, sedangkan barang
bawaanya diletakkan di bagian belakang. Benda ini multifungsi karena bisa
digunakan untuk mengangkut berbagai barang seperti ubi, sayur mayur, kayu,
babi, menggendong anak.
Uniknya, tas ini
mendapat pengakuan internasional dari UNESCO sebagai salah satu warisan budaya
dunia. Pada akhirnya masyarakat di belahan dunia meminati benda ini sehingga
sudah ada beberapa pengusaha yang mengekspornya.
Saya memperhatikan
bahwa penjualan hasil kerajinan tangan dari Mimika terutama tas noken dijual
terbatas. Sulit menemukan penjualannya yang mempergunakan layanan E-Commerce
dalam memasarkan produknya.
Coba saja deh, cari
tas noken di internet, susah banget dapatnya. Berawal dari hal ini maka muncul
ide untuk menggalakkan kegiatan bisnis memanfatkan situs E-Commerce dengan cara
mengadopsi aplikasi atau numpang di Bukalapak, Tokopedia, dan OLX.
Tak hanya itu. dengan
adanya layanan E-Business Dan E-Commerce maka akan mendorong tingkat
perekonomian masyarakat, peningkatan penyerapan angkatan kerja,dan
memberdayakan ekonomi masyararakat melalui pengembangan ekonomi berbasis
industri kreatif.
Penutup
Kelima benda yang
saya jelaskan adalah kekayaan alam dan kreasi masyarakat Papua khususnya di
Timika. Ini juga merupakan potensi bisnis yang menjanjikan jika digarap dengan
serius apalagi jika sampai menyasar pangsa pasar internasional. Yuk, mari kita
garap potensi bisnis yang ada di daerah kita masing-masing.
Tulisan ini saya publikasikan juga di Akun Kompasianaku






