![]() |
| Ilustrasi : chronicle.co.zw |
Narkoba adalah salah
satu daftar barang yang wajib di
blacklist dalam kehidupan anak muda. Hal
ini dikarenakan membawa malapetaka bagi orang yang mencoba-coba menggunakannya.
Berbagai gerakan dan sosialisasi gencar sudah dilakukan dimulai dari lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Bahkan Presiden Jokowi sendiri sudah
mengutuk bagi para orang yang terlibat dalam peredaran barang haram ini.
Namun kondisi di
lapangan, ada saja oknum-oknum bandel
yang seolah-olah tutup telinga akan hal
ini. Alasan paling banyak adalah karena
mereka mendapat keuntungan besar dari penjualan narkoba ini. Dengan berbagai bujuk rayu mereka lakukan untuk mempengaruhi generasi
masa depan agar tertarik mengonsumsinya. Adapun tipu muslihat untuk cuci otak yang mereka lakukan
diantaranya :
1. Narkoba
adalah "solusi alternatif "
dari berbagai permasalahan yang dihadapi
2. Narkoba
adalah "vitamin" peredam
depresi.
3. Narkoba adalah
suplemen penambah kepercayaan diri dan menghilangkan rasa malu.
Diakhir ceritanya,
ada generasi muda yang akhirnya terjerat
. Ada yang menjadi pemakai dan ada juga yang menjadi terlibat sebagai pengedar.
Tentunya ini membawa efek domino dalam kehidupan anak muda itu sendiri
diantaranya :
1. Buang --buang uang
hanya untuk barang tak berfaedah tersebut
2. Mental terganggu
akibat munculnya rasa kekhawatiran bagaimana mendapat uang lagi membeli narkoba
3. Kesehatan
terganggu. Badan tampak kurus, kurang konsentrasi pada tugas sekolah, kampus
dan pekerjaan kantor dan lambat laut merusak sistem kekebalan tubuh.
4.Ruang gerak sangat
terbatas untuk mengembangkan karir. Mengingat sekarang ini gencar
dilakukan tes narkoba untuk mendaftar di
perguruan tinggi ternama, perusahaan bonafit, masuk TNI, POLRI dan sekolah
kedinasan lainnya, CPNS atau mendaftar
sebagai calon pejabat. Tentunya jika menggunakan narkoba akan sulit sekali
untuk menggapai cita-cita
Penutup
Narkoba adalah musuh
bersama. Barang ini mesti dimusnahkan hingga ke akar-akarnya karena bisa
merusak mental generasi masa depan. Jika tawaran menghampiri, pikirkan raut
sedih dari orang tua dan keluarga. Belum lagi tawaran pekerjaan di masa depan
yang semakin sempit mengingat hampir kebanyakan persyaratan dari perusahaan/
instansi bergengsi mewajibkan para pendaftarnya melakukan uji tes bebas
narkoba.
Tak ada keuntungan
sama sekali dari barang jahanam tersebut yang ada menyisakan penderitaan saja
baik itu finansial dan mental dari para penggunanya. Yuk, jauhi narkoba
kawan-kawan muda.
Artikel ini juga dipublikasikan di akun Kompasianaku
