![]() |
| Dok: antarafoto.com |
Orang yang memiliki
mental korupsi tentu saja membenci orang yang menggemakan semangat anti
korupsi. Golongan ini menghalalkan segala cara agar barisan orang jujur ini
tersingkir sehingga kelak tidak menghalangi niat licik mereka. Oleh karena itu,
kejujujuran belum dirasa cukup untuk
menggaungkan spirit anti korupsi di lingkungan sekitar kita. Menindak pelaku
korupsi mesti berhati-hati.
Sekalipun secara
kasat mata orang tersebut melakukan tindak terpuji tapi jika kita tidak
mempunyai bukti untuk menindaknya, bisa-bisa menjadi bumerang bagi kita
sendiri. Dituduh iri hati atau dituduh melakukan pencemaran nama baik.
Menanggapi semua itu, kita sebagai anak-anak muda perlu merancang sejak dini
taktik cerdas agar bisa mengikis perilaku
amoral tersebut. Adapun taktik
yang perlu dipersiapkan yaitu :
1. Belajar Ilmu Bahasa Tubuh (Body
Language)
lmu Body Language
atau membaca bahasa tubuh membantu rekan-rekan muda untuk menangkap niat
seseorang dari bahasa tubuhnya. Apakah dia jujur atau berbohong. Ada
tanda-tanda tersendiri yang ditunjukkan secara alamiah jika orang tersebut
membunyikan sesuatu hal. Ilmu ini bisa dipelajari secara otodidak dari buku-buku psikologi yang banyak
bertengger di toko-toko buku atau bisa juga ikut pelatihan yang dikemas dalam
bentuk coaching clinic.
Suatu ketika, saya
menanyakan pengeluaran yang tidak wajar pada teman yang dipercayakan melakukan
pembelian barang. Saat itu gerak gerik mata tidak tenang dan mengarah pada
suatu arah. Dalam ilmu psikologi, arah mata orang tersebut menandakan bahwa Dia
sedang menyusun cerita-cerita rekayasa.
Belum lagi tampak
ketidaktenangan alias gugup yang nampak darinya. Saat itu sebenarnya saya tahu
bahwa Dia merangkai kata-kata manis agar percaya pada apa yang dikatakan. Tak
mau kalah, saya cecar dengan beberapa
pertanyaan menjebak dan saya menemukan ketidaksingkronan antara jawaban
awal dengan akhir. Pada akhirnya dia
menyerah dan mengakui bahwa dia melakukan tindakan curang.
2. Belajar Ilmu
Grafologi
Ilmu Grafologi atau
ilmu membaca suasana hati. Hal ini bisa ditangkap dari bentuk goresan tangan
seseorang sehingga sangat berguna untuk
mengetahui karakter sekaligus jiwa penulis saat menulis sebuah dokumen. Ilmu
ini memberikan banyak petunjuk tentang berbagai aspek cerminan suasana hati,
kepribadian diri dilihat dari bentuk, ukuran, dan rincian lainnya.
Sayangnya ini hanya
berlaku pada tulisan tangan saja. Tapi untungnya, di jaman ini masih banyak
yang melakukan pencatatan secara manual sebagai arsip jika suatu ketika
komputer mengalami masalah.
Suatu ketika saat
saya memeriksa catatan pemasukan, saya melihat kok tulisan yang saya dapatkan
ini sepertinya ditulis semalaman padahal itu rekapan sebulan. Idealnya, catatan
itu ditulis dari hari ke hari. Terlihat bahwa saat pencatatan, tulisannya
ditulis dengan energi yang sama. Saya meyakini teman saya itu menulisnya hanya
dalam waktu semalaman saja.
Saya awalnya menduga
mungkin dia menulis ulang di lembaran yang baru dengan maksud agar keliatan
rapi. Ketika saya bertanya Dia menjawab bahwa dia menulis hari demi hari. Itu
artinya ada ketidaksinkronan antara apa yang saya tangkap dari tulisannya
dengan apa yang dikatakan. Hal ini
memunculkan kecurigaan saya. Setelah ditelisik dalam kurun waktu tertentu,
terbongkar bahwa dia memanipulasi pemasukan uang.
3. Ilmu Menyadap
Ilmu menyadap yang
saya maksud bukanlah ilmu tingkat tinggi yang hanya diketahui oleh teman-teman
yang bekerja di Badan Intelejen Negara (BIN). Ilmu yang saya maksudkan disini
adalah menyadap sosial media dan sosial massagernya. Caranya takkan saya jelaskan
dia artikel ini karena ada artikel yang sudah bisa temukan di dunia maya.
Kita menyadap hanya
pada bagian yang dicurigai sebagai tindak cuci uang. Yang berhubungan dengan
hal-hal pribadi diluar hal itu, bukan bagian konsentrasi penelusuran kita. Biar
itu menjadi urusan pribadi dengan Tuhan. Dengan ilmu ini, kita bisa mengetahui
lalu lintas percakapan atau transaksi yang mencurigakan dari sang pelaku yang
dicurigai. Entah dia melakukan komunikasi dengan seseorang untuk melakukan
tindak pencucian uang atau tindak kerjasama dengan pihak ketiga yang hendak
memanipulasi nilai harga suatu objek.
4. Kroscek Langsung
di Lapangan
Ini merupakan langkah
pamungkas dalam menemukan kecurangan yang dilakukan seseorang. Berdasarkan nota/kuitansi hasil kerjasama dengan pihak ketiga, kita
lakukan kroscek langsung di lapangan. Misalnya dalam pembelian suatu barang di
salah satu toko sebut saja toko R. Pada akhirnya, kita akan mendapatkan harga
yang sesungguhnya. Hal ini kemudian disesuaikan dengan pembelian yang dilakukan
pihak yang bersangkutan.
![]() |
| Sosialisasi Anti Korupsi di Papua. Dok: tribratanews.papua.polri.go.id |
Setelah mendapatkan
hal-hal yang mencurigakan disertai dengan bukti, maka kita punya bukti yang
cukup kuat untuk melangkah ke pelaporan atasan.
Penting untuk menindak pelaku tersebut dengan segera karena akan
merugikan instansi atau organisasi kedepan. Mereduksi tindak korupsi adalah
bagian dari langkah kita menciptakan kehidupan yang lebih baik. Mereka ibarat
duri dalam daging yang mesti dibersihkan sebelum dampaknya menyebar.
Selamat berjuang
kawan-kawan muda dalam menggemakan semangat anti korupsi!
Tulisan ini saya publikasikan juga di akun Kompasianaku

