Tak terasa hampir 5 bulan saya berada di Kota
Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Kabupaten dengan slogan Eme Neme
Yaware ini merupakan bagian miniatur penelitian saja yang memberikan gambaran kehidupan di Provinsi Papua utamanya kehidupan sosial dan
ekonomi. Sudah ada beberapa kajian yang saya rancang mengenai kehidupan di kota
tempat Freeport, perusahaan tambang ternama berdiri. Walaupun saya basic
ilmunya transportasi, namun saya juga tertarik membahas hal hal tentang
ekonomi, sosial budaya, kepemudaan, kearifan lokal, utamanya kajian dari segi
antropologi,
Dari riset kecil-kecilan yang saya buat, saya menemukan ada banyak hal yang membuat
Pulau Cendrawasih ini tertinggal.
Ditemukan banyak kendala sehingga daerah
ini susah berkembang lebih pesat. Tak ayal, indeks pembangunan manusia masih
tergolong rendah. Pola hidup dan kebiasaan masyarakatnya yang menurut saya
menjadi faktor ketertinggalannya. Ada beberapa lagi faktor hambatan dan
tantangan yang ditemui, namun sayangnya, itu berada pada isu yang sensitif.
Satu-satunya jalan keluar permasalan ini adalah revolusi mental utamanya dalam hal peningkatan
kapasitas kemampuan dan integritas untuk melakukan pengabdian dengan tulus,
ikhas dan bertanggungjawab bagi daerah untuk berkembang lebih maju.
Intinya, berbagai pengalaman, pelajaran, inspirasi
hidup saya raih di kota yang dijuluki kota sejuta dollar ini. Salam dari
Kabupaten Mimika.
