![]() |
Sudah setahun lebih saya meninggalkan
dunia kampus. Status perawan fresh graduate saya akhirnya direnggut oleh salah satu
instansi pemerintahan sebagai tenaga honorer. Walaupun sudah bekerja kurang
lebih 5 bulan, namun semangat idealisme ala mahasiswa masih mendominasi dalam
diri saya; berpikir kritis, terbuka, dan belum terkontaminasi oleh
politik-politik kantor.
Teman-teman berkata bahwa semangat
idealisme saya harus direndahkan dan lebih berpikir realistis ke depan. Secara
regulasi memperjuangkan kepentingan umum secara terbuka itu benar, namun dunia
sekarang dipenuhi oleh politik, alhasil dari segi regulasi mungkin unggul tapi
dari segi politik saya kalah telak.
Saya mengatakan pada teman-teman
bahwa tidak memunafikkan diri saya
mencari tambahan penghasilan namun saya lebih cenderung untuk mencari
pengalaman. Saya memanfaatkan umur saya yang masih muda untuk mengekspore
segala kemampuan, pemikiran, meraup pengetahuan sebanyak-banyaknya. Segala yang
didapatkan toh nantinya bisa jadi modal
untuk menyusun tangga-tangga kesuksesan kedepan.
Fenomena Fresh
Graduate Labil
Saya memperhatikan di timeline media
sosial saya, begitu banyak teman-teman yang sudah menikmati hidup setelah lulus
dari kampus. Mengabdikan diri di perusahaan atau instansi incaran mereka dengan
gaji yang lumayan. Lewat hasil kerja kerasnya, ada yang akhirnya melakukan
traveling ke daerah impiannya, bisa menginjakkan kaki di tempat-tempat premium,
bisa membeli gadget impian, bisa mengikuti training yang menambah kapasitas
dirinya dan masih banyak lagi kejadian bahagia lainnya.Ada yang niatnya memang
untuk mengabarkan keadaan dirinya, namun ada pula yang cenderung orientasinya
pamer materi sehingga boleh dikata dia berubah orientasinya dari yang sederhana
menjadi penganut hedonisme.
Ketika sudah bekerja, tentunya membawa
perubahan tersendiri bagi kawan-kawan fresh graduate baik secara fisik maupun batin. Ada yang
berubah pola hidup, pola tingkah laku, perubahan tampilan fisik, perubahan
prinsip hidup bahkan pada beberapa kasus, ada yang berubah orientasi seksualnya
hanya untuk mempertahankan dirinya di tempat kerja.
Sikap Fresh
Graduate di Dunia Kerja
Sebagai produk keluaran terbaru dari
kampus, saya sih enjoy-enjoy saja menjalankannya. Lebih baik mempertahankan
prinsip dengan metode sendiri daripada menjadi pribadi yang munafik yang pada
akhirnya membuat seseorang mengalami
pergolakan batin dalam diri dan
membuat jiwa dan pikirannya sudah tak menyatu yang pada akhirnya dia menjadi linglung dan tak menikmati hasil
kerjanya.
Pengalaman selama setahun menjalani
status fresh graduate dipenuhi banyak tantangan dan rintangan mulai dari tawaran
menjual data pribadi untuk pendirian usaha kontraktor abal-abal, tawaran menjadi pelaku mark-up anggaran,
tawaran makan gaji buta dan masih banyak lagi yang pada akhirnya bisa menodai
gelar sarjana kita.
Penutup
Tantangan akan datang bertubi-tubi kepada seorang
fresh graduate. Tinggal bagaimana menyikapinya. Di umur yang beranjak dewasa
ini, kita bisa mandiri dan menentukan jalan hidup masing-masing dengan penuh
tanggung jawab dan bisa mempertimbangkan efeknya kedepan.Selamat
bertarung kawan-kawan Fresh Graduater di dunia kerja.
