Renungan Seorang Fresh Graduate - Heriyanto Rantelino

Renungan Seorang Fresh Graduate

Renungan Seorang Fresh Graduate

artikelterapiotak.blogspot.com

Sudah setahun lebih saya meninggalkan dunia kampus. Status perawan fresh graduate  saya akhirnya direnggut oleh salah satu instansi pemerintahan sebagai tenaga honorer. Walaupun sudah bekerja kurang lebih 5 bulan, namun semangat idealisme ala mahasiswa masih mendominasi dalam diri saya; berpikir kritis, terbuka, dan belum terkontaminasi oleh politik-politik kantor.

Teman-teman berkata bahwa semangat idealisme saya harus direndahkan dan lebih berpikir realistis ke depan. Secara regulasi memperjuangkan kepentingan umum secara terbuka itu benar, namun dunia sekarang dipenuhi oleh politik, alhasil dari segi regulasi mungkin unggul tapi dari segi politik saya kalah telak.

Saya mengatakan pada teman-teman bahwa  tidak memunafikkan diri saya mencari tambahan penghasilan namun saya lebih cenderung untuk mencari pengalaman. Saya memanfaatkan umur saya yang masih muda untuk mengekspore segala kemampuan, pemikiran, meraup pengetahuan sebanyak-banyaknya. Segala yang didapatkan toh nantinya bisa jadi modal  untuk menyusun tangga-tangga kesuksesan kedepan.

Fenomena Fresh Graduate Labil
Saya memperhatikan di timeline media sosial saya, begitu banyak teman-teman yang sudah menikmati hidup setelah lulus dari kampus. Mengabdikan diri di perusahaan atau instansi incaran mereka dengan gaji yang lumayan. Lewat hasil kerja kerasnya, ada yang akhirnya melakukan traveling ke daerah impiannya, bisa menginjakkan kaki di tempat-tempat premium, bisa membeli gadget impian, bisa mengikuti training yang menambah kapasitas dirinya dan masih banyak lagi kejadian bahagia lainnya.Ada yang niatnya memang untuk mengabarkan keadaan dirinya, namun ada pula yang cenderung orientasinya pamer materi sehingga boleh dikata dia berubah orientasinya dari yang sederhana menjadi penganut hedonisme.

Ketika sudah bekerja, tentunya membawa perubahan tersendiri bagi kawan-kawan fresh graduate  baik secara fisik maupun batin. Ada yang berubah pola hidup, pola tingkah laku, perubahan tampilan fisik, perubahan prinsip hidup bahkan pada beberapa kasus, ada yang berubah orientasi seksualnya hanya untuk mempertahankan dirinya di tempat kerja.

Sikap Fresh Graduate di Dunia Kerja
Sebagai produk keluaran terbaru dari kampus, saya sih enjoy-enjoy saja menjalankannya. Lebih baik mempertahankan prinsip dengan metode sendiri daripada menjadi pribadi yang munafik yang pada akhirnya membuat seseorang mengalami  pergolakan batin dalam diri dan  membuat jiwa dan pikirannya sudah tak menyatu yang pada akhirnya  dia menjadi linglung dan tak menikmati hasil kerjanya.

Pengalaman selama setahun menjalani status fresh graduate dipenuhi banyak tantangan dan rintangan mulai dari tawaran menjual data pribadi untuk pendirian usaha kontraktor abal-abal,  tawaran menjadi pelaku mark-up anggaran, tawaran makan gaji buta dan masih banyak lagi yang pada akhirnya bisa menodai gelar sarjana kita.

Penutup

             Tantangan akan datang bertubi-tubi kepada seorang fresh graduate. Tinggal bagaimana menyikapinya. Di umur yang beranjak dewasa ini, kita bisa mandiri dan menentukan jalan hidup masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan bisa mempertimbangkan efeknya kedepan.Selamat bertarung kawan-kawan Fresh Graduater di dunia kerja.
Please write your comments