Saya
paling tidak suka dengan pertanyaan seperti ini “Bro, orang itu satu suku
dengan kamu, jadi bisa dipastikan urusanmu bisa lancarlah kedepan”. Namun berdasarkan
pengalaman kemarin-kemarin, mempunyai relasi atau kerabat dari satu suku tak
menjamin semua urusan menjadi mudah dan lancar..
Justru zaman sekarang ini orang saling sikut
menyikut tanpa pandang bulu, apalagi bagi orang yang tidak suka dengan persaingan
tidak sehat. Orang tipe ini malah hendak
menggali lubang agar rekan satu sukunya bisa terjatuh sehingga hanya dia
yang maju dan hanya dialah putra daerah yang dipandang punya prestasi yang
gemilang.
Berbagi Pengalaman Merayut
Kerukunan
Dalam
kehidupan saya sehari-hari, saya malah lebih banyak berbaur dengan orang yang
beda suku . Salah satu contohnya yaitu ketika saya bergabung dengan salah satu
forum kepenulisan di kampus dimana dari ratusan anggota, hanya saya yang
berasal dari suku Toraja. Tapi bukan berarti saya berbeda lalu mereka
membedakan saya. Justru merekalah yang membimbing dan mengajarkan saya
bagaimana menuangkan pikiran ke dalam
tulisan. Selain dari kisah ini,
ketika saya melakukan perjalanan ke Surabaya dalam rangka magang kampus, saya
berada pada lingkungan teman-teman dari etnis Tionghoa. Namun walaupun saya berbeda,
mereka justru menjadi sahabat dan rekan yang baik di tanah perantauan.
Oh
ya, beberapa bulan yang lalu saat tiba di salah satu daerah di Papua, saya
diperhadapkan dengan peperangan antar suku dimana salah satu suku yang terlibat
adalah dari suku saya sendri. Alhasil, saya mendapat peringatan dari
orang-orang sekitar bahwa saya harus menjauhi suku tertentu karena jika tdak
saya akan mengalami kejadian yang buruk. Sesungguhnya, saya paranoid dengan
kejadian tersebut. Namun seiring dengan waktu, saya justru mendapat pertolongan
dari orang-orang yang berasal dari suku tersebut. Satu pelajaran yang saya
dapatkan dari kejadian ini bahwa ketika terjadi suatu konflik antar suku, yang yang
menjadi konsentrasi kita adalah oknum yang terlibat, bukan asal suku daerah
pihak yang berkonflik.
Alasan Membina Kerukunan
Adapun
alasan saya senang punya teman dari berbagai suku yaitu bisa menambah banyak teman, memupuk jiwa
toleransi dan belajar dari kearifan lokal dari berbagai suku. Keputusan baik
saya ini kadang mendapat tanggapan
nyinyir dari orang sekitar saya yang mengatakan bahwa saya tak elok jika berteman
dengan suku-suku tertentu karena mereka jahat. Tak jarang ada pula yang
mengatakan bahwa saya sudah sombong, , hendak cari perhatian,punya kepentingan
tertentu dan tak mau bergaul dengan teman-teman satu suku. Yang paling parah,
ada yang mengatakan bahwa saya malu dengan suku saya sendiri
Hilangkan Kesukuan Dalam Dunia
Kerja
Saya
memandang bahwa dalam dunia pekerjaan, kita dituntut untuk bersikap
profesionalisme. Oleh karena itu, punya rekan satu suku dalam dunia kerja tak terlalu berpengaruh. Agar bisa bertahan
dalam jangka waktu lama, maka perlu menunjukkan prestasi, kepribadian baik dan
kontribusi kita kepada instansi tempat kita bernaung. Jika terlena karena
andalkan suku-sukuan, maka siap-siaplah terdepak dengan orang yang memiliki
keunggulan lebih baik.
Penutup
Oleh
karena itu tak ada salahnya kawan-kawan kita membina hubungan relasi dengan
orang yang punya asal suku yang berbeda dengan kita. Lepaskan isu sentimen primordial dan mari bergendengan tangan
membangun negara kita sesuai dengan semboyan negara kita “Bhinneka Tungga Ika”
