Waspada Para Fresh Graduate, Data Pribadimu Disalahgunakan - Heriyanto Rantelino

Waspada Para Fresh Graduate, Data Pribadimu Disalahgunakan

Waspada Para Fresh Graduate, Data Pribadimu Disalahgunakan


Capture From Shutterstock


Fresh Graduate merujuk pada rekan-rekan pemuda yang baru saja menamatkan pendidikannya  di bangku kuliah. Nah, karena baru saja lulus, tentunya masih labil alias belum memiliki pengalaman yang mumpuni dalam dunia kerja. Karena dinilai masih baru, ada beberapa oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan, utamanya dari oknum yang hendak mendirikan jasa kontraktor atau konsultan.

Salah satu persyaratan sebuah jasa kontraktor atau konsultan mendapat legalitas secara hukum, adalah harus memiliki jumlah tenaga ahli yang mumpuni di bidangnya. Oleh karena itu mereka harus melampirkan dokumen pribadi tenaga ahlinya yaitu fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir, fotokopi KTP, Fotocopy NPWP, dan pas foto terbaru. Merekapun putar otak, agar mereka bisa menghemat dana, mereka seolah-olah punya banyak tenaga ahli tapi pada faktanya hanya beberapa saja. Dokumennya saja yang banyak tapi pekerjanya hanya seberapa.

Dua Bentuk Pendekatan
Sekedar share pengalaman, ada dua cara mereka untuk mendekati para Fresh Graduate “Labil”
Pertama, secara terang-terangan, mereka menawarkan langsung kepada para fresh graduate “labil” agar menyerahkan dokumen pribadinya dan akan mendapat imbalan yang lumayan untuk hidup beberapa bulan.
Kedua, mereka membuat pengumuman lowongan kerja  fiktif dan mereka meminta kepada para pelamar untuk mengirim data-datanya langsung ke emailnya. Padahal ini bagian dari akal bulus mereka untuk menipu. Pas dapat banyak data, eh malah tidak ada pengumumannya siapa yang lolos. Itupun kalau ada pengumuannya, nama yang dicantumkan fiktif.

Cara Mewaspadainya
1.Hati-hati jika pengumumannya dikirim lewat sms, via sosial media atau sosial massager.
2.Waspadai jika alamat email perusahaan tersebut menggunakan email gratisan
3.Pastikan info tersebut valid dengan menghubungi nomor kontak usaha jasa tersebut
4. Tanyakan siapa pimpinan atau penanggung jawab jasa kontraktor atau konsultan tersebut, lalu lakukan pencarian rekam jejak mengenai orang tersebut dengan mengetikkan namanya di google atau cari langsung datanya di Linkedin.

Penutup
Bagi teman-teman yang masih idelis, pasti tawaran ini ditolak mentah-mentah. Emang sih, mudah amat dapat duit, hanya kirim beberapa dokumen, bisa dapat suntikan dana. Tapi coba deh teman-teman pikir apa akibatnya kedepan. Salah satu dampak buruk paling besarnya yaitu ketika usaha kontraktor atau konsultan itu bermasalah atau  tersangkut kasus hukum terkait dengan proyek-proyeknya, bisa saja semua orang yang namanya masuk dalam dokumen company profile usaha tersebut akan diproses secara hukum. So, tetap waspada ya kawan-kawan.


Artikel ini saya publikasikan juga di akun Kompasiana.
Please write your comments