Bagi
beberapa orang, mimpi dianggap sebagai sisa pemikiran yang masih mengganjal,
kenangan masa lalu yang menumpuk dan ada juga yang menganggap mimpi hanya
sebagai bunga tidur alias tak ada gunanya.
Berbeda
dengan kebanyakan orang, saya justru menanggapi dengan bijak setiap mimpi yang
saya alami. Bukannya tidak realistis, namun saya kadang menganalisis maksud
mimpi yang saya alami. Selain itu, ketika saya dalam kondisi kalut alias galau
dan tidak tahu harus mengadu kemana, kadang di dalam doa saya, saya menyelipkan
permohonan agar Tuhan memberikan petunjuk apa yang harus saya lakukan dalam
menghadapi permasalahan yang melanda. Terkadang, saya mendapat mimpi yang
benar-benar memantapkan keputusan yang saya sudah rancang sebelumnya.
Seperti
halnya dengan kisah tokoh Yusuf dalam kitab suci yang menjadi ahli penafsir mimpi, saya kadang menganalisis
mimpi saya sendiri bahkan terkadang teman-teman meminta saya menerjemahkan arti
mimpinya. Yah, terlepas orang menganggap mimpi sebagai hal yang tak perlu
ditanggapi serius, tapi bagi saya mimpi adalah salah satu bentuk komunikasi
Tuhan kepada umatnya yang dapat dijadikan sebagai petunjuk hidup atau untuk
memantapkan keputusan yang hendak dicapai.
Sumber gambar: merdeka.com
