Mempertahankan Posisi di Tempat Kerja - Heriyanto Rantelino

Mempertahankan Posisi di Tempat Kerja

Mempertahankan Posisi di Tempat Kerja



Ada beberapa faktor dimana seseorang tetap akan dipertahankan posisinya di tempat kerja yaitu:
1.       Kekuatan Politik
2.       Bekingan keluarga
3.       Prestasi yang dihasilkan

Faktor nomor satu dan dua boleh dikata aji mumpung bagi yang memiliki kerabat yang berkarir di dunia politik atau kerabat yang mempunyai pengaruh di lingkungan suatu instansi. Orang bilang bahwa dengan mengandalkan faktor nomor satu atau dua maka karir kita bisa melesat dengan cepat. Kelemahannya adalah kedua faktor ini hanyalah prospek jangka pendek. Kok bisa? Seorang aktor politik  atau seseorang yang punya kekuatan besar di salah satu instansi mempunyai pengaruh besar dikala dia menjabat, namun saat periodenya selesai, pensiun atau dimutasi maka pengaruh bisa berkurang drastis. Dari kebanyakan kasus, orang yang berada di kedua faktor ini banyak yang terlena karena menganggap bahwa posisinya akan aman. Nah, saat pendukung utamanya sudah tak ada, dia baru kelabakan dan panik sehingga dia bak anak ayam kehilangan induknya.

Beda halnya dengan faktor nomor satu dan dua, orang yang berada di faktor nomor tiga butuh kerja ekstra keras untuk membuktikan kehadirannya benar-benar bermanfaat bagi tempat kerjanya. Dia tentunya akan jatuh bangun dan menembui seribu satu macam tantangan dan hambatan dalam menapaki tangga-tangga kesuksesannya. Bagi yang berjiwa petarung, dia menganggap bahwa berbagai halangan dan rintangan yang datang bertubi-tubi sebagai ujian mental dan ujian kesabaran dari Tuhan. Hal ini tentunya bisa mendekatkan dirinya kepada Tuhan sebagai satu-satunya pendamping di kala menemui kesukaran. Dia akan merasakan hadirat Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupannya.

  Salah satu tantangannya yaitu akan mendapat cibiran dari rekan-rekan kerjanya yang menganggap bahwa prestasi-prestasi yang dia cetak hanyalah bentuk cari perhatian ke atasan. Rekan-rekan kerja seperti ini merasa sosok orang ini  mengancam posisi mereka. Alhasil, beberapa trik licik dilakukan mereka utamanya membuat cerita rekayasa, menyamar menjadi anggota tim padahal niatnya untuk menghancurkan tim dan trik paling licik adalah mereka menggunakan kekuatan magis untuk mencelakanan orang itu.

Boleh dikata faktor nomor tiga adalah prospek jangka panjang karena setelah sekian lama dia bekerja dan  mencetak berbagai prestasi, dia akan menjadi andalan dalam memajukan tempat kerjanya. Hal ini juga membantunya dalam mengetahui rekan kerja mana yang bisa diajak membentuk tim dalam rangka membawa kemajuan di  instansi tempat dia bernaung. Kata orang-orang bijak, kunci kesuksesan di faktor nomor tiga yaitu  disiplin, kerja keras, terus berkarya, menginspirasi dan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaannya karena pintu rejeki akan senantiasa berpihak pada orang yang berserah pada-Nya.

Bijak Memanfaatkan Situasi

Tak ada salahnya memanfaatkan  faktor nomor satu, dua atau tiga. Yang terpenting adalah kita tak terlena dengan keadaan apalagi hanya mengandalkan manusia dalam mempertahankan posisi. Ingat, orang itu tak selalu senantiasa di samping Anda. Ketika orang yang menolong kita sudah tiada, teman-teman akan panik karena tak ada lagi dewa penolong. Senantiasalah mengandalkan Tuhan disertai dengan peningkatan kemampuan sehingga memberi pembuktian kepada instansi tempat  kita bernaung bahwa mereka tak salah memperkerjakan kita. Tetaplah senantiasa mengukir prestasi,Kawan.

Dokumentasi foto oleh Kompas.com

Please write your comments