Ada beberapa faktor
dimana seseorang tetap akan dipertahankan posisinya di tempat kerja yaitu:
1. Kekuatan
Politik
2. Bekingan
keluarga
3. Prestasi
yang dihasilkan
Faktor
nomor satu dan dua boleh dikata aji mumpung bagi yang memiliki kerabat yang
berkarir di dunia politik atau kerabat yang mempunyai pengaruh di lingkungan
suatu instansi. Orang bilang bahwa dengan mengandalkan faktor nomor satu atau
dua maka karir kita bisa melesat dengan cepat. Kelemahannya adalah kedua faktor
ini hanyalah prospek jangka pendek. Kok bisa? Seorang aktor politik atau seseorang yang punya kekuatan besar di
salah satu instansi mempunyai pengaruh besar dikala dia menjabat, namun saat
periodenya selesai, pensiun atau dimutasi maka pengaruh bisa berkurang drastis.
Dari kebanyakan kasus, orang yang berada di kedua faktor ini banyak yang
terlena karena menganggap bahwa posisinya akan aman. Nah, saat pendukung
utamanya sudah tak ada, dia baru kelabakan dan panik sehingga dia bak anak ayam
kehilangan induknya.
Beda
halnya dengan faktor nomor satu dan dua, orang yang berada di faktor nomor tiga
butuh kerja ekstra keras untuk membuktikan kehadirannya benar-benar bermanfaat
bagi tempat kerjanya. Dia tentunya akan jatuh bangun dan menembui seribu satu macam
tantangan dan hambatan dalam menapaki tangga-tangga kesuksesannya. Bagi yang
berjiwa petarung, dia menganggap bahwa berbagai halangan dan rintangan yang
datang bertubi-tubi sebagai ujian mental dan ujian kesabaran dari Tuhan. Hal
ini tentunya bisa mendekatkan dirinya kepada Tuhan sebagai satu-satunya
pendamping di kala menemui kesukaran. Dia akan merasakan hadirat Tuhan yang
begitu luar biasa dalam kehidupannya.
Salah satu tantangannya yaitu akan mendapat
cibiran dari rekan-rekan kerjanya yang menganggap bahwa prestasi-prestasi yang
dia cetak hanyalah bentuk cari perhatian ke atasan. Rekan-rekan kerja seperti
ini merasa sosok orang ini mengancam
posisi mereka. Alhasil, beberapa trik licik dilakukan mereka utamanya membuat
cerita rekayasa, menyamar menjadi anggota tim padahal niatnya untuk
menghancurkan tim dan trik paling licik adalah mereka menggunakan kekuatan
magis untuk mencelakanan orang itu.
Boleh
dikata faktor nomor tiga adalah prospek jangka panjang karena setelah sekian
lama dia bekerja dan mencetak berbagai
prestasi, dia akan menjadi andalan dalam memajukan tempat kerjanya. Hal ini
juga membantunya dalam mengetahui rekan kerja mana yang bisa diajak membentuk
tim dalam rangka membawa kemajuan di instansi tempat dia bernaung. Kata orang-orang
bijak, kunci kesuksesan di faktor nomor tiga yaitu disiplin, kerja keras, terus berkarya, menginspirasi
dan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaannya karena pintu rejeki
akan senantiasa berpihak pada orang yang berserah pada-Nya.
Bijak
Memanfaatkan Situasi
Tak
ada salahnya memanfaatkan faktor nomor
satu, dua atau tiga. Yang terpenting adalah kita tak terlena dengan keadaan apalagi
hanya mengandalkan manusia dalam mempertahankan posisi. Ingat, orang itu tak
selalu senantiasa di samping Anda. Ketika orang yang menolong kita sudah tiada,
teman-teman akan panik karena tak ada lagi dewa penolong. Senantiasalah
mengandalkan Tuhan disertai dengan peningkatan kemampuan sehingga memberi
pembuktian kepada instansi tempat kita
bernaung bahwa mereka tak salah memperkerjakan kita. Tetaplah senantiasa
mengukir prestasi,Kawan.
Dokumentasi foto oleh Kompas.com
Dokumentasi foto oleh Kompas.com