![]() |
| Ilustrasi pasangan belum move on(Zinkevych) |
Di
dalam menjalani kehidupan asmara, pasti ada saja badai yang silih berganti berdatangan. Bagi yang kuat, akan bisa
menghadapinya dengan adem-ayem. Tapi bagi yang lemah, maka gelombang tersebut
bisa meluluhlantahkan hubungan yang sudah dibangun.
Ini
juga bagian dalam perjalanan hidup menguji seberapa besar kita berlapang dada
dan berkompromi dengan diri sendiri. Walau awalnya sulit, tapi relakan saja dia
berjalan dengan orang lain. Mungkin saja ada pasangan yang lebih baik disiapkan
Tuhan untuk kita.
Ada
banyak cara yang bisa dilakukan dalam proses pemulihan sakit hati mulai dari
menekuni hobi, berkumpul sama teman dan mencari kesibukan baru. Daripada melakukan
tindakan bodoh atau mengambil keputusan berdasarkan emosi.
Proses
Move On
Bagi
yang perjalanan asmaranya terhenti, jangan terlalu dipikirkan. Setidaknya itu
menjadi bagian yang menempa mental kita dalam menghadapi prahara. Memang
awalnya sakit tapi dengan mengalihkannya dengan pikiran positif, maka hidup
akan berjalan normal kembali.
Memberikan
kesempatan diri untuk membebaskan diri dari rasa bersalah dan frustasi.
Ketimbang harus dipikirkan terus yang pada akhirnya membawa efek negatif pada
kesehatan.
Jika
dipikir-pikir, ada juga gunanya konflik-konflik tersebut. Menguji seberapa
besar daya tahan dan mampu menguliti sikap asli si dia. Sehingga pada akhirnya
bisa mengenali sikap satu sama lain dalam menyikapi suatu masalah. Masalah
tersebut juga menjadi bagian untuk memantapkan diri dalam memastikan bahwa dia
memang sosok yang bisa diajak berkomitmen jangka panjang.
Sedendam-dendamnya
kita tapi mari kita berpikir bijak bahwa dia juga pernah berjasa mengisi
hari-hari kita dengan banyak candaaan dan menemani kita dalam menghadapi
berbagai macam dinamika kehidupan. Mari kita berbesar hati melepaskannya dengan
pandangan bahwa:
Dia
sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri
Dia
bukan jodoh yang disiapkan oleh Tuhan. Tuhan mempersiapkan bagian tulang rusuk
yang hilang itu dan jauh lebih baik kedepannya.
Orang
yang dia pilih jauh lebih baik dan jauh lebih dewasa dari kita. Mungkin orang
baru tersebut bisa lebih menyayanginya dan lebih dewasa.
Pada
intinya membangun pemikiran yang konstruktif agar sedikit demi sedikit bisa
lepas darinya. Selamat berproses move on, Kawan.
Tulisan ini saya publikasikan juga di Akun Kompasiana
