![]() |
| Ilustrasi. Dok:Medium.Com |
Ada
banyak petualangan hidup yang saya alami di Papua. Salah satunya adalah
berkesempatan mengabdi sebagai tenaga honorer di Instansi Dinas Perhubungan
Kabupaten Mimika. Walaupun jauh dari ibu kota negara, tapi tak lantas membuat
saya tidak mengikuti perkembangan era kekinian. Topik yang paling hot
dibicarakan adalah adanya harapan Presiden Jokowi agar setiap instansi bisa
beradaptasi di era revolusi industri 4.0. Kehadirannya era ini ditandai dengan otomatisasi dan
ekonomi digital yang mana akan mengakibatkan pergeseran tren tenaga kerja yang
tidak lagi bergantung pada tenaga manusia, tapi pada mesin dalam hal ini
teknologi berbasis digital.
Disadari
bahwa instansi Perhubungan tidak menutup mata terhadap perubahan yang terjadi.
Menghadapi dunia industri yang tengah memasuki era baru yang disebut Revolusi
4.0, instansi yang pernah dipimpin oleh
Ignasius Jonan melakukan berbagai terobosan
revolusioner. Hal ini sejalan
dengan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden Jokowi yang termaktub dalam
Roadmap Making Indonesia 4.0 yang mengharapkan agar Indonesia merancang inovasi
baru utamanya yang berbasis teknologi digital.
Oleh
karena itu, seluruh pihak yang terkait dengan sektor transportasi perlu
merapatkan barisan untuk menghadapi era tersebut.Tak hanya itu, dalam rencana
pembangunan jangka panjang nasional 2005-2025 di bidang transportasi, di era
Rovolusi Industri 4.0 dituntut mesti
mengintegrasikan dunia fisik dan digital untuk mendukung penyediaan
transportasi yang berkeselamatan, pelayanan transportasi massal, sistem
logistik nasional, integrasi transportasi serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Bagi
instansi Perhubungan baik di tingkat Dinas Perhubungan maupun Kementerian
Perhubungan, Revolusi Industri 4.0 adalah keharusan yang mesti direspon secara
cepat. Sudah ada beberapa bukti bahwa instansi perhubungan sudah menerapkannya.
Sebut saja pemesanan ojek, taksi, dan mobil sewa lewat aplikasi GOJEK dan GRAB.
Ada juga penerapan E-Ticketing kereta api dan pesawat terbang lewat aplikasi
Tiket.com, Pegipegi.com, dan Traveloka.com. Pemesanan tiket kapal laut pun
sudah bisa melalui aplikasi Pelni Mobile.
E-Ticketing ini sudah mulai masif diterapkan dalam rangka shifting ke
revolusi industri 4.0.
Shifting ke Revolusi Industri 4.0
Instansi
Perhubungan memiliki peranan yang strategis dimana keberhasilan pembangunan
dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan.
Menghadapi
semuanya itu, direncanakan akan dimaksimalkan portal perhubungan baik darat,
laut maupun udara dalam bentuk
komputerisasi berbasis digital yang kelak mengintegrasikan 3 data yaitu fungsi
integrasi data administrasi, data teknis dan data keselamatan transportasi.
Dengan demikian instansi perhubungan tidak mengalami ketertinggalan teknologi
di masa depan sekaligus menyajikan data dan informasi akurat dan terpercaya.
Era
industri 4.0 menuntut tersedianya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di
bidang perhubungan yang akan mempermudah kinerja perhubungan dalam
meminimalisasi terjadinya keselamatan, memaksimalisasi kualitas jaringan
multi-moda, memaksimalkan manfaat manajemen data dan rekayasa lalulintas dalam
kebijakan transportasi. Instansi perhubungan
kini sudah mempunyai sistem TIK Terpadu, mulai dari pengambilan data
secara digital, sistem monitoring, sistem operasi, dan pengukuran kinerja,
sistem monev hingga sistem dukung kebijakan dan investasi
Adapun
beberapa langkah nyata yang sudah diterapkan oleh instansi perhubungan dalam
rangka beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 sekaligus langkah mewujudkan
Good Governance. diantaranya:
.
Adanya website Database perlengkapan jalan yang dibuat untuk mempermudah
pendataan/pencarian data perlengkapan jalan dari seluruh Indonesia yang memuat
informasi marka jalan, rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas,
alat penerangan jalan, dan alat
pengendali dan alat pengaman pengguna jalan
2.Adanya
Vehicle Type Approval (VTA Online) yaitu aplikasi online perijinan uji tipe
kendaraan bermotor online dan sertifikat registrasi uji tipe yang digunakan
oleh para agen pemegang merek (APM) dan importir umum bidang otomotif.
3.Adanya
Kartu Bukti Lulus Uji Berkala Elektronik (Blue) yang memudahkan pengawasan
kendaraan bermotor di jalan dan mempercepat proses administrasi uji KIR. Hal
ini mengganti peran buku uji, stiker dan bandrol segel dengan kartu pintar,
sertifikat, dan stiker hologram.
4.Adanya
Sistem Perijinan Online Angkutan dan Multimoda (SPIONAM) yaitu pelayanan
perijinan angkutan yang terintegrasi secara elektronik
5.E-Logbook
adalah sebuah sistem pengawasan terhadap waktu kerja dan waktu istirahat bagi
pengemudi angkutan umum AKAP yang
menyediakan informasi data, kinerja, latar belakang, posisi pengemudi selama
perjalanan,
6.Sistem
Monitoring Bus Perintis Dengan GPS Tracking
yang secara berkala memaparkan
siklus, kondisi, posisi, analisa, laporan-laporan terkait bus perintis dan
status kendaraan (kendaraan tidak beroperasi, berada di luar trayek atau
berhenti di suatu lokasi dalam waktu yang cukup lama.
![]() |
| Arsitektur Big Data Perizinan Angkutan Dok: Rakornis Kemenhub 2019 |
Kesiapan
Sumber Daya Manusia Instansi Perhubungan di Era Revolusi Industri 4.0
![]() |
| Dialog Strategis Revolusi Industri 4.0 Industri Pelabuhan dan Pelayaran di Jakarta Pusat . Dok:Bisnis.Com |
Insan
transportasi dituntut untuk meningkatkan skill dan kemampuannya agar dapat
menyesuaikan dengan revolusi industri 4.0 dikarenakan teknologi dan sumberdaya
alam harus bisa berjalan beriringan. Oleh karena itu kriteria SDM Perhubungan
di era 4.0 diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru,
teknologi digital, mampu meninggalkan proses manual ke proses digital, mulai
meninggalkan evaluasi kerja berbasis output (product) menjadi berbasis outcome
(impact) dan mau mengubah paradigma kerja dari kehadrian dari berbasis tenaga
(body) ke berbasis kecerdasan (mind,
focus,creativity) untuk menghadapi akibat digital disruption
yang volatile, unpredictable, complex dn ambiguous (VUCA). Singkatnya,
perlu adanya kesiapan SDM yang mempunyai
kemampuan harmonisasi proses bisnis,
regulasi, dan penerapan teknologi.
Penutup
Instansi
perhubungan melakukan berbagai inovasi dalam rangka mengadopsi perkembangan
teknologi saat ini untuk bidang transportasi sehingga pemanfaatan teknologi
informasi dapat meningkatkan pelayanan sektor transportasi dan masyarakat
secara sinergis dalap menyelesaikan permasalahanya sendiri.
Intinya
di era revolusi industri 4.0 , aktifitas transportasi dituntut untuk bisa
menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang serba cepat dan
canggih. Semoga para instan perhubungan
tak pernah lelah berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di
sektor transportasi yang modern tapi tetap mengutamakan keamanan, keselamatan
dan kenyamanan bagi penggunanya.
Referensi
: Rakornis 2019




