Salah
satu langkah menyelamatkan Papua dari jurang ketertinggalan dan keterpurukan
adalah lewat pendidikan. Berada di Papua membuat saya bisa menjadi saksi
langsung melihat peran pemerintah yang serius menggenjot sektor pendidikan di
Papua agar tidak terjadi disparitas.
Ada
yang bekerja sama dengan lembaga asing yang bergerak di sektor pendidikan
semisal UNICEF dan ada juga yang merupakan inisiatif pemerintah setempat
misalnya lewat program ADIK (Afirmasi
Pendidikan Tinggi) . Harapan terbesarnya adalah agar pemuda-pemudi Papua mendapatkan
kesempatan belajar dimana kelak ilmu itu
bisa diaplikasikan untuk membangun Papua ke arah yang lebih baik.
Saya
kebetulan mendapatkan kesempatan berharga mengunjungi salah satu sekolah yang
terletak di Mapurujaya yaitu SMK Pelayaran Cendrawasih Timika, Papua. Saya
bersama Pak Thimotius dan Pak Lukas Tamatani dipercaya menjadi bagian dari
penilai untuk taruna-taruni yang akan mengikuti ujian kompetensi. Kesempatan langka
ini saya gunakan untuk mengamati perkembangan pemuda-pemudi Papua dalam
menikmati proses belajar mengajar.
Saat kegiatan proses belajar mengajar, mereka
terlihat antusias. Mereka tak ragu bertanya jika dirasa ada yang mereka belum
pahami. Mereka juga tak malu jika tim
penilai meminta mereka maju kedepan menjelaskan pelajaran yang sudah diajarkan.
Keterampilan mereka dalam menghadapi ujian praktek pun cukup memuaskan.
Dengan
segala keterbatasan yang ada, tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menimba
ilmu. Mirisnya, ruangan praktek mereka sempat dibobol orang yang tidak
bertanggungjawab yang pada akhirnya mereka kehilangan beberapa alat
praktek. Namun hal ini tidak menyurutkan
semangat mereka menimba ilmu dan juga
tak lepas dari dukungan guru-guru yang intensif mengajari mereka.
Saya
sempat bercakap-cakap dengan beberapa siswa tentang rencana mereka
kedepannya setelah lulus dari sekolah
ini. Jawabannya cukup mengagumkan. Ada yang ingin mengaplikasikan ilmunya di
tempat usaha keluarganya dan ada juga yang ingin merantau untuk melanjutkan
pendidikannya di jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Harapan
Dengan
segala keterbatasan yang ada, tak menghalangi semangat para taruna-taruni ini
untuk belajar. Berkat dukungan para guru
pula yang tak pernah lelah memberikan
pencerahan kepada mereka mulai dari pendidikan karakter dan budi pekerti, keterampilan teknis dan Brainstorming kepada para pemuda untuk
tak lelah belajar sehingga bisa mengangkat derajat keluarga dan daerahnya.
Semoga
para siswa selalu semangat belajar agar bisa membangun Papua ke arah yang lebih
baik. Semoga para guru juga selalu dalam penyertaan Tuhan sehingga
terus mendampingi mereka dan semoga pemerintah baik di tingkat daerah, provinsi
dan pusat tetap memberikan perhatian kepada salah satu sekolah yang keren ini.
Terima
kasih segenap guru SMK Pelayaran Cendrawasih
Timika atas kesempatan yang diberikan kepada saya terutama Ibu Kepala
Sekolah (Ibu Memy Swatalbessy) , Ibu Deasi Lesomar,Ibu Hesty Naraha dan segenap
guru lainnya. Terima kasih juga kepada Pak Thimotius dan Pak Lukas Tamatani
telah menjadikan saya sebagai bagian dari tim penilai ujian kompetensi.
Tulisan ini saya publikasikan juga di Akun Kompasianaku























