Infrastruktur Transportasi Di Mimika,Provinsi Papua - Heriyanto Rantelino

Infrastruktur Transportasi Di Mimika,Provinsi Papua

Infrastruktur Transportasi Di Mimika,Provinsi Papua


Dishubmimika.Org

Suatu kesempatan berharga ketika saya dipercayakan untuk menjadi salah satu staf di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Mimika.Walau berstatus honorer, bukan berarti semangat kerja saya setengah-setengah.

Transportasi merupakan salah satu sektor kegiatan yang sangat penting karena berkaitan dengan kebutuhan setiap orang mulai dari kebutuhan untuk menjangkau lokasi pekerjaan, lokasi tempat menimba ilmu, mengakses tempat tongkrongan atau lokasi wisata. Dibawah pimpinan Bapak Johannes Rettob, pembenahan berbagai  infrastruktur transportasi dilakukan.

Nah,sebagai tulisan pertama saya sebagai abdi negara di Dinas Perhubungan, saya akan perkenalkan infrastruktur transportasi di salah satu daerah di Pulau Cendrawasih ini.

1.TRANSPORTASI DARAT
Kondisi inftrastruktur transporta si darat saat ini adalah tersedianya jaringan jalan arteri, kolekto dan lokal. Sekedar info, jalan arteri yaitu jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh,kecepatan rata-rata tinggi, jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. Jalan konektor yaitu jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi. Jalan lokal yaitu jalan umum yang berfungsi melayani  angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

A. Jaringan Jalan Darat

Jaringan jalan darat di Kabupaten Mimika memegang peranan utama dalam mendorong pertumbuhan wilayah maupun pelayanan pergerakan barang dan manusia. Arahan pengembangannya didasarkan pusat-pusat kegiatan, tingkat perkembangan kota, hubungan antar wilayah yang lebih luas.

Jaringan jalan di Kabupaten Mimika sesuai dengan fungsinya sebagai berikut:
  • Jaringan jalan kolektor sekunder (K1) Adalah ruas jalan Waghete-Potowaiburu-Mimika
  • Jaringan jalan kolektor primer (K2) yang ada di Kabupaten Mimika, adalah jaringan jalan Timika-Mapurujaya-Pomako II
  • Jaringan jalan kolektor sekunder kabupaten yang ada di Kabupaten Mimika, terdiri atas ruas jalan Cendrawasih, ruas jalan Kamundan Raya, ruas jalan Hasanuddin, Ruas jalan Tipuka, Ruas jalan Mitra masyarakat, ruas jalan Ahmad Yani, Ruas Jalan Yos Sudarso, ruas jalan Belibis, ruas jalan Budi Utomo, ruas jalan C. Heatubun, ruas jalan Agimuga, ruas jalan Nabire, dan ruas jalan Timika-Kwamki Narama
  • Jaringan jalan lokal, yaitu jalan-jalan yang menghubungkan pusat kegiatan dengan Jalan Kolektor yaitu jaringan Jalan Kapiraya-Urumuka
  • Jalan khusus aktifitas pertambangan PT. Freeport Indonesia yang berada di dalam wilayah Kontrak Karya dan Wilayah Proyek terdiri atas: ruas jalan Mile Post 5- Mile Post 74, ruas jalan Mile Post 72-Tambang Terbuka Grasberg, Ruas jalan inspeksi Mile Post 21-Kuala Kencana, ruas jalan dalam kota Kuala Kencana, ruas jalan Kuala Kencana-Mile Post 34, ruas jalan ruas jalan inspeksi epanjang Tanggul Timur, ruas jalan inspeksi sepanjang Tanggul Barat, ruas jalan dalam kota Tembagapura dan ruas jalan Tembagapura-Banti
  • Jalan khusus Ijin Usaha Pemanfaatan Hasul Hutan Kayu dan Hutan Alam


Untuk mengantisipasi permasalah transportasi yang terjadi pada ruas jalan, maupun upaya membuka wilayah barat dan timur, Rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Mimika, antara lain:

  • Rencana Pengembangan Jalan Arteri Primer , rencana pembangunan jalan nasional di Kabupaten Mimika meliputi dua ruas jalan yakni, ruas jalan arteri sebagai jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Nabire meliputi ruas jalan Kaimana-Potowaiburu-Kapiraya-Enarotali, Timika-Kuala Kencana-Enarotali.
  • Rencana pengembangan jalan kolektor primer berdasarkan RTRW Profinsi Papua merupakan upaya meningkatkan aksesibilitas. Rencana pengembangan jalan kolektor meliputi kolektor primer Enarotali-Damabagata-Komauto-Timika yang menghubungkan dengan Kabupaten Paniai..
  • Rencana Pengembangan Jalan Lokal Primer yaitu: Potowaiburu-Kapiraya-Kokonao-Atuka-Mapuru Jaya- Amamapare-Sempan Timur-Kiliarma. Rencana pengembangan pada ruas jalan-jalan tersebut bertujuan untuk optimalisai Agroindustri, Agroforestry, dan Agropolitas yang sekaligus berfungsi sebagai jalan lokal primer.



B. Terminal
Terminal  merupakan titik simpul dari berbagai sarana angkutan yang berfungsi sebagai titik perpindahan penumpang dari satu sarana angkutan ke sarana angkutan lainnya dan sebagai tempat pengaturan, pergerakan kendaraan maupun penumpang dan merupakan titik awal maupun titik akhir perjalanan orang untuk melakukan perjalanan. Di samping itu, terminal merupakan prasarana angkutan jalan dan sebagai sumber pembangkit dan penarik angkutan (bangkitan lalu lintas).

Rencana pengembangan jaringan prasarana lalu lintas di Kabupaten Mimika, terdiri atas
       Terminal penumpang tipe B terdapat di Kota Timika
         Terminal penumpang tipe C terdiri atas:
·         Kuala kencana di Distrik Kuala Kencana
·         Nayaro di Distrik Mimika Baru
·         Limau Asri di Distrik Mimika Baru
·         Mapurujaya di Distrik Mimika Baru
·         Tipuka di Distrik Mimika Timur
·         Kwamki Lama di Distrik Kwamki Narama
·         Ayuka di distrik Mimika Timur Jauh
·         Terminal barang terdiri atas:    
·         Poumako di Distrik Mimika Timur
·         Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh
·         Ayuka di Distrik Mimika Timur Jauh



C. Rencana Jaringan Pelayanan Lalu Lintas
Pengembangan jaringan pelayanan lalu lintas dimaksudkan untuk meningkatkan keterkaitan antar wilayah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam mendukung perkembangan ekonomi Kabupaten Mimika. Pengembangan yang dimaksudkan adalah pelayanan rute kendaraan angkuta barang ataupun penumpang yang direncanakan baik rute alam kota, rute angkutan pedesaan, dan angkutan antar kota (AKDP dan AKAP),
·         Rencana pengembangan jaringan pelayanan lalu lintas di  Kabupaten Mimika. terdiri atas:

        1. Trayek angkutan barang terdiri atas:
         Poumako-Timika-Kuala Kencana PP
         Poumako- Naena Muktipura (SP 6)- Limau Asri-Timika PP
         Timika-Kwamki Narama PP

·           2. Trayek Angkutan Penumpang, terdiri atas:
·                   Timika-Karang Senang- Kuala Kencana PP
·         Timika-Mapurujaya-Hiripao-Pomako PP
·         Timika- Kwamki Narama PP
·         Timika-Kamoro Jaya- Wonosari Jaya PP
·         Timika-Timika Jaya- Limau Asri- Naena Muktipura (SP 6) PP
·         Timika- Polres Mimika-Mile 32
·         Timika- Mulia Kencana- Wangirja-Utikini-Bintuka
·         Timika-Logpond
·         Timika-Iwaka
·         Timika- Tipuka
·         Timika-Miyoko
·         Timika- Nayaro
·         Timika- Ayuka
  
D. Jaringan Transportasi Sungai dan Penyeberangan
·         Alur pelayaran sungai, terdiri atas:
·                  Pelabuhan Poumako di Distrik Mimika Timur
·         Pelabuhan Hiripao di Distrik Mimika Timur
·         Pelabuhan Kokonao di Distrik Mimika Barat
·         Pelabuhan Uta di Distrik Mimika Barat Tengah
·         Pelabuhan Kapiraya di Distrik Mimika Barat Tengah
·         Pelabuhan Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh
·         Pelabuhan Atuka di Distrik Mimika Tengah
·         Pelabuhan ayuka di Distrik Mimika Timur Jauh
·         Pelabuhan Jita di Distrik Jita
·         Pelabuhan Kiliarma di Distrik Agimuga


2. TRANSPOTASI LAUT
Fasilitas pelabuhan laut di Kabupaten Mimika ada tiga yaitu Pelabuhan Pomako 1, Pomako 2 dan Portsite. Pelabuhan Pomako 1 dan 2 merupakan pelabuhan umum miliki pemerintah Kabupaten Mimika yang digunakan untuk kegiatan bongkar muat barang dan penumpang, merupakan fasilitas utama dalam urat nadi perekonomian di Kabupaten Mimika, sedangkan Pelabuhan Portsite di Amamapare merupakan pelabuhan khusus untuk aktifitas bongkar muat barang-barang milik perusahaan pertambangan PT. Freeport Indonesia.

Sistem Jaringan Transportasi Laut Kabupaten Mimika mengacu pada sistem jaringan transportasi nasional dan memperhatikan perkembangan jaringan transportasi kedepan. Adapun sistem jaringan transportasi laut di Kabupaten Mimika, terdiri atas:

a. Tatanan Kepelabuhanan di Kabupaten Mimika, terdiri atas
·                  Pelabuhan Pengumpul yaitu Pelabuhan Pomako di Distrik Mimika Timur
·         Pelabuhan pengumpan yaitu Pelabuhan Keakwa di Distrik Mimika Tengah
·       Terminal khusus, yaitu terminal khusus Porsite Amamapare di Distrik Mimika Timur Jauh, dan pelabuhan industri semen di Distrik Mimika Timur.

b. Alur pelayaran, terdiri atas:
   1. Alur pelayaran internasional yang secara khusus dipergunakan untuk keperluan kargo dan pengiriman konsentrat PT Freeport Indonesia, terdiri atas:
·                  Amamapare-  Singapura PP
·         Amamapare—Jepang PP
·         Amamapare—Cina  PP
·         Amamapare- Korea Selatan PP
·         Amamapare- India PP
·         Amamapare- Spanyol PP
·          
2. Alur Pelayaran Nasional, terdiri atas:
·                  Amamapare- Surabaya PP
·         Amamapare- Jakarta PP
·         Amamapare—Kalimantan Timur
·         Poumako- Agats- Merauke PP
·         Poumako- Fak-Fak – Kaimana- Sorong-Bitung (Manado- Makassar-Surabaya) PP
·         Poumako-Makassar-Denpasar-Surabaya-Jakarta PP
·         Poumako- Binam-Atsy- Dekai Yahukimo PP
·         Poumako-Kenyam PP
·         Poumako- daerah lainnya di Indonesia untuk keperluan pengapalan kargo, bahan bakar minyak dan batu bara


3. TRANSPORTASI UDARA
Terdapat Bandar Udara Moses Kilangin di Timika Distrik Mimika Baru yang merupakan milik PT. Freeport Indonesia dan dibawah kelola PT. AVCO. Ada juga bandara perintis yang terletak di  Agimuga, Kokonao,Jila, Jita, dan Potowaiburu. Saat ini ada beberapa perusahaan penerbangan yang melayani penerbangan ke Timika diantaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Airfast dan lain-lain.

Fasilitas transportasi udara yang ada di Kabupaten Mimika adalah Bandara Udara Moses Kilangin yang merupakan bandar udara khusus dipergunakan untuk umum di Kota Timika distrik Mimika Baru, serta oleh pesawat kecil yaitu terdapat di Kokonao di Distrik Mimika Barat, Jila, Alama, Kilmit Geselema, Hoya di Distrik Jila, Jita di Distrik Jita Tsinga/Muli di Distrik Tembagapura, Arwanop di Distrik Tembagapura, Aramsolky di Distrik Agimuga Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh dan Kapiraya di Distrik Mimika Barat Tengah.

Sistem Jaringan Transportasi Udara
a,Tatanan Kebandarudaraan di Kabupaten Mimika, terdiri atas
·         Bandar udara pengumpul skala tersier, adalah bandar udara Moses Kilangin yang merupakan bandar udara khusus dipergunakan untuk umum di Kota Timika Distrik Mimika Baru

b. Bandar udara pengumpan, terdiri atas
·                  Bandar udara Kokonao di Distrik Mimika Barat
·         Bandar udara Jila di Distrik Jila
·         Bandar udara Alama di Distrik Jila
·         Bandar udara Kilmit Geselema di Distrik Jila
·         Bandar udara Hoya di Distrik Jila
·         Bandar udara Jita di Distrik Jita
·         Bandar udara TsingaMulu di Distrik Tembagapura
·         Bandar udara Aramsolky di Distrik Agimuga
·         Bandar udara Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh, dan
·         Bandar udara Kapiraya di Distrik Mimika Barat Tengah

Sektor transportasi baik itu di darat, udara maupun laut secara langsung dan tidak langsung penting dikembangkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan terutama di di wilayah-wilayah terbelakang. Oleh karena itu mohon dukungan dari masyarakat baik itu dukungan moril dan doa agar kami bisa menciptakan kenyamanan dan kelancaran transportasi di tanah Papua ini.




Penulis:
 Heriyanto Rantelino, Staf Dinas Perhubungan Kab. Mimika/ Pemuda Timika Papua.
Facebook: Heriyanto Rantelino
No telepon/Whatsapp : 085242441580
Line : Ryanlino
    




Please write your comments