![]() |
| Penyeberangan Sungai, Dok: Tribunnews.com |
Transportasi
menunjukkan hubungan yang sangat erat dengan gaya hidup, keterjangkauan dari
lokasi kegiatan produktif, penyediaan barang-barang dan pelayanan untuk
dikonsumsi. Subsitusi moda transportasi sungai menjadi jalan raya seharusnya
tidak serta merta mematikan pengembangan potensi transportasi sungai, mengingat transportasi
sungai di beberapa wilayah lain dapat menjadi alternatif murah bagi masyarakat
terutama dunia usaha. Oleh sebab itu, studi kelayakan pengembangan transportasi sungai merupakan
hal yang penting untuk dilakukan.
Sektor transportasi sungai
secara langsung dan tidak langsung sangat penting dikembangkan untuk mewujudkan
pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah terbelakang karena transportasi
merupakan bagian integral dari suatu fungsi masyarakat.
Terkait
dengan kebutuhan akan angkutan sungai yang handal maka perlu dilakukan studi
kelayakan. Beberapa pertimbangan yang diambil diantaranya:
1. Permintaan transportasi merupakan jenis
permintaan tidak langsung yang berawal dari kebutuhan manusia terhadap berbagai
jenis barang dan jasa. Dengan demikian terdapat saling ketergantungan antara
transportasi dengan aktivitas terkait pertanian, perdagangan, dan perkembangan
ekonomi wilayah.
2,Terlepas dari harapan dan keinginan dalam
arahan tersebut, saat ini kenyataan untuk mengembangkan transportasi sungai ini
diperhadapkan dengan minimnya data mengenai potensi transportasi sungai,
kurangnya data tersebut mengakibatkan kelemahan dalam perencanaan pengembangan
transportasi sungai maupun roda transportasi lainnya.
Belum adanya wadah pengelolaan
bersama diharapkan akan memberikan gambaran dan masukan kepada pihak perencanan
dan regulator untuk mengembangkan potensi wilayah. Aksesibilitas di daerah yang tergolong sulit karena kondisi geografi dan penyebaran
penduduk yang tidak merata sehingga ada beberapa daerah masih belum terjangkau
oleh jalan darat. Namun keberadaan sungai sebagai sarana penghubung antar
daerah mendorong masyarakat banyak bermukim di daerah aliran sungai.
Strategi pengembangan sebagai
langkah konkrit untuk bersama mengembangkan sarana dan prasarana transportasi
sungai. Pengembangan ini antara lain
dengan perbaikan prasarana berupa dermaga, alur air dan aksesibilitas
dari transportasi darat, sedangkan untuk sarananya adanya peningkatan kualitas
pelayanan, kuantitas kapal/perahu. Usaha ini diharapkan kedepan mampu
mendapatkan panduan dan acuan bagi kegiatan pemanfaatan, pembangunan dan
pengembangan transportasi sungai yang
terkait di masa yang akan datang dengan terintegrasi dengan rencana tata ruang
wilayah, tatanan transportasi wilayah, tatanan transportasi lokal dan
kebijakana perencanaan kawasan lainnya dan juga dapat mendorong perkembangan
ekonomis masyarakat tepian sungai dan meningkatkan kepedulian pada pengusaha
untuk ikut serta memperhatikan konservasi alam sepanjang alur sungai.
Dalam perencanaan pengembangan
jaringan transportasi sungai sangat penting untuk menyediakan dukungan data
yang mutakhir, lengkap dan dapat dipercaya untuk penyusunan pembangunan
transportasi sungai. Karena pengembangan
ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna moda transportasi
sungai.
Sasaran pelaksanaan studi
kelayakan penembangan jaringan transportasi sungai a yaitu mewujudkan
pengembangan jaringan transportasi sungai yang berkualitas guna meningkatkan
pelayanan kepada pengguna jasa
transportasi. Kedua, terciptanya rencana detail pembangunan transportasi sungai
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah.
Persiapan
dalam Mengkaji Jalur Transportasi Sungai
1.Menentukan wilayah sungai yang mencakup
beberapa wilayah administrasi.
2. Melakukan pengumpulan data eksistng
tentang lalu lintas orang dan barang di sekitar sungai.
3. Melakukan pengumpulan data tentang
kondisi dan potensi wilayah belakang (hinterland) yang mencakup data geografis,
demografis, potensi alam pertanian, perkebunan, kehutanan, mineral dan
pertambangan, untuk mengetahui potensi dan tentensi pergerakan arus orang dan barang.
4. Melakukan pengumpulan data terkait kebijakan
dan peraturan serta penerapannya di bidang-bidang perhubungan darat, pekerjaan
umum dan perdagangan di wilayah tersebut.
5. Melakukan pengumpulan data dan informasi
terkait tata ruang kawasan sekitar lokasi kegiatan, khususnya terkait status
tanah, penggunaan lahan dan rencana tata ruang kawasan, berikut dengan peta
lokasi kawasan sekitar yang menjadi lokasi kegiatan.
6. Melakukan pemilatah dan penggolongan
data serta tabulasi yang sistematis dan terstruktur untuk memudahkan analisis
7. Melakukan analisis pendahuluan yang
menggambarkan situasi, kondisi, potensi, tendensi dan prediksi yang mungkin
terjadi
Tahap
Persiapan Survei
1.Pemahaman substansi studi kelayakan
transportasi sungai yang akan diimplementasikan sesuai kerangka acuan yang
telah ditetapkan
2. Persiapan peta dasar yang menjadi acuan
studi kelayakan pengembangan jaringan transportasi sungai
3. Pembuatan model daftar data yang akan
dicari di lapangan
4. Pembuatan model-model untuk pengumpulan
data di lapangan
5. Penyusunan progran survei
Tahap
Pengumpulan Data
1. Pengamatan lapangan dan
pengukuran terhadap lokasi yang telah ditetapkan untuk mengetahui letak dan
posisi wilayah transportasi sngai yang menjadi objek perencanaan
2. Pengumpulan data sekunder
pada instansi terkait
3. Wawancara terhadap
masyarakat dan pejabat setempat
4. Interview terhadap informan
untuk mengetahui kondisi dan situasi lokasi wilayah transportasi sungai yang
menjadi objek perencanaan.
Metode
Komplikasi Data
1. Model tabulasi dikembangkan dengan
tujuan menyajikan informasi kondisi kawasan
2. Peta digitasi dikembangkan untuk
memaksimumkan peranan model pertama sebagai media informasi dengan
mengidentifikasi posisi lokasi.
3. Untuk memperkuat formulasi data
disajikan dalam bentuk grafik, diagram, dan deskriptif data.
