Tak Ada Penyesalan Menulis Saat Kuliah di Teknik Perkapalan - Heriyanto Rantelino

Tak Ada Penyesalan Menulis Saat Kuliah di Teknik Perkapalan

Tak Ada Penyesalan Menulis Saat Kuliah di Teknik Perkapalan



Civitas akademika di jurusan teknik perkapalan Universitas Hasanuddin dibuat heboh  setelah tulisan salah satu mahasiswanya,SA, muncul di salah satu koran nasional. Tulisan  yang berjudul Tinggallah Penyesalan tersebut menuai berbagai reaksi. Ada yang kesal karena menganggap pemikiran adek SA sebagai bentuk penyesalan kuliah di teknik perkapalan. Ada juga yang  menanggapi bahwa ini hanya bentuk ekspresi dari seorang mahasiswa yang sedang mengalami titik jenuh di bangku perkuliahan.

            Sebelumnya, saya pun pernah muncul di rubik dan koran yang sama dengan Dinda SA. Tulisan saya berjudul “Menjalin Interaksi” yang  bercerita tentang pengalaman dan manfaat seorang mahasiswa menulis. Tentunya saat itu saya mewakili mahasiswa teknik perkapalan, karena tertulis dengan lengkap asal jurusan dan kampusku.

            Sedikit share pengalaman, kuliah di teknik perkapalan justru tak menghambat minat saya dalam dunia kepenulisan. Asal bisa memanajemen waktu, kapan untuk kuliah dan kapan untuk menulis. Malah kadang tugas-tugas kampus saya jadikan bahan tulisan untuk diposting di blog pribadi. Selain itu saya juga menulis pengalaman dan berbagai kisah yang terjadi di jurusanku seperti 10 mahasiswa perkapalan berprestasi dan bagaimana prospek lulusan teknik perkapalan. Tulisan ini saya publikasikan di Kompasiana.

            Menulis membawa sejuta manfaat bagi saya pribadi diantaranya bisa menuliskan kembali kisah seru dan ilmu yang saya dapatkan di teknik perkapalan, mendapat banyak teman dari berbagai latar belakang, dan manfaat paling besar yaitu memudahkan saya dalam menyusun kalimat skripsi.


            Menutup celotehan ini, saya mengutip kalimat super dari Ethewong  bahwa tidak ada salahnya menulis, karena kamu akan tahu bagaimana bercerita kepada dirimu sendiri. Tidak untuk dibaca oleh banyak orang, ya hanya untuk dirimu saja. Itu cukup.
Please write your comments