![]() |
| Gambar diolah dari Fanpage Rumah Alumni Universitas Hasanuddin |
Tahun 2008, saya tercatat sebagai bagian dari keluarga besar salah satu perguruan tinggi negeri terbaik dan terbesar di Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin. Ada banyak pertimbangan tersendiri ketika memilih kampus yang sekarang dipimpin oleh Prof. Dwia Aries Tina Palubuhu. Pertama, ada program studi incaranku. Kedua, karena saya mendapat informasi bahwa kampus yang terletak di Tamalanrea ini tidak hanya menyediakan fasilitas di bidang akademik saja tapi juga di bidang non akademik terutama unit kegiatan mahasiswanya . Yang ketiga, karena ada pengaruh anggota keluargaku yang notabene alumni UNHAS yang mengatakan bahwa UNHAS mempunyai jaringan luas dimana ada banyak perusahaan dan kampus luar negeri yang menjalin kerjasama dalam hal pemberian beasiswa dan lowongan kerja.
Saya merasakan
bagaimana Universitas Hasanuddin memanjakan “para penghuninya” dengan
berbagai fasilitas seperti Pusat
Kegiatan Mahasiswa (PKM) dimana ada
banyak unit kegiatan mahasiswa yang bisa diikuti terutama di bidang olahraga, Unit
Job Placement Center dimana para alumni bisa mendapatkan info lowongan
kerja dari perusahaan yang menjalin
kerjasama. Ada American Corner dan Iranian Corner dimana kita bisa belajar
pengetahuan budaya dari negara tetangga.
Ada LPPM (Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) yang mewadahi para peneliti
untuk melakukan penelitian mengenai kondisi kekinian yang terjadi dalam
masyarakat. Selain itu ada juga berbagai
wokshop, seminar, pelatihan yang dilaksanakan
untuk meningkatkan softskill dan yang istimewanya yaitu rata-rata tak dikenakan biaya untuk mengikutinya.
![]() |
| Job Placement Center, Wadah Informasi Lowongan Kerja Bagi Mahasiswa Unhas |
Merasakan
Kehangatan Pertolongan Alumni
Tak hanya pihak
birokrat kampus yang menyambut hangat para mahasiswanya, tapi juga para
alumni-alumni UNHAS yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya saat saya
hendak melakukan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) dimana saya merasakan arti pentingnya kehadiran ikatan alumni ditengah adik-adik almamaternya.
Ada banyak pertanyaan
yang berseliweran di
kepala kami dalam merencanakan kegiatan kami mulai dari perusahaan mana yang
akan dincar, bagaimana cara mengajukan
persuratan ke perusahaan, siapa orang yang bisa dihubungi di perusahaan agar usulan PKL kami segera diproses, bagaimana kehidupan di kota tempat PKL dan
masih banyak pertanyaan lagi.
Semua pertanyaan ini
akhirnya terjawab sudah saat kami berkonsultasi dengan beberapa kakak-kakak
senior yang sudah berstatus alumni. Kehadiran
mereka seolah angin segar bagi kami yang masih mahasiswa. Mereka turut memudahkan perencanaan kami terutama
dalam hal pengurusan perizinan PKL di salah satu perusahaan manufacturing di Surabaya.
Kehadiran alumni di
daerah perantauan membuat kami tak seperti anak ayam kehilangan induknya. Kanda-kanda
senior mendampingi dan mengajak kami bercerita
mulai dari hal ringan sampai yang agak serius. Berdiskusi tentang kondisi kekinian di UNHAS,
menceritakan pengalaman lucu mereka saat menjadi mahasiswa sampai kepada hal
serius mengenai amunisi-amunisi yang harus kami persiapkan sebelum tamat dari
Unhas antara meningkatkan kemampuan bahasa asing dan penguasaan software
komputer, melatih kemampuan
berkomunikasi, mengupdate informasi
terkini hingga mengatur diri dalam manajemen terutama dalam memanajemen waktu dan
emosi. Mereka mengatakan bahwa jika semuanya bisa dikuasai, maka kita menjadi
tenaga siap pakai dan terampil terutama
dalam menghadapi persaingan global.
Dari hasil sharing,
hal yang menyita perhatian saya yaitu sharing pengalaman senior dalam merasakan pahit
manisnya dalam dunia kerja. Mereka memberikan kesempatan kepada kami mengenai
lingkup kerja mereka termasuk tantangan yang dihadapi sehingga saya bisa
mendapat gambaran mengenai dinamika di dunia kerja.
Saya salut pada
kanda-kanda senior. Walaupun alumni bukan lagi bagian aktif dalam proses pendidikan
di perguruan tinggi, namun pengalaman mereka selama menjadi mahasiswa dan
ikatan batin serta rasa memiliki mereka yang kuat terhadap almamater dapat
menghasilkan dan menawarkan berbagai konsep, ide, pemikiran, masukan dan kritik
membangun terutama bagi adik-adiknya yang masih berstatus mahasiswa.
Menyaksikan Kolaborasi Ikatan
Alumni dan Pihak Birokrat Kampus Universitas Hasanuddin
![]() |
| Foto Pengurus Ikatan Alumni UNHAS bersama Pihak Birokrat UNHAS, dok:alumniunhas.com |
Di beberapa
kesempatan, saya menyaksikan bagaimana sinergi yang harmonis tercipta antara ikatanalumni dengan pihak birokrat kampus terutama dalam meningkatkan kualitas dan
kinerja suatu institusi pendidikan. Para alumni yang bekerja di berbagai
perusahaan datang menyambangi kampus sekaligus menyerahkan CSR perusahaannya
dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswa UNHAS yang berprestasi, ada yang datang
mengisi kegiatan kuliah tamu dalam rangka membangun spirit dan motivasi
mahasiswa dalam mewujudkan impiannya, ada yang memanggil para fresh graduate
untuk bekerja di perusahaan dimana mereka bekerja, ada yang mengadakan bakti
sosial sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat dan ada pula
yang merancang kegiatan olahraga dan hobi dalam rangka memperkuat silahturahmi
antar alumni dan antar lintas angkatan.
Pihak kampus sadar
akan peran besar alumni karena ada berbagai macam peluang dan kesempatan yang akan
tercipta nantinya. Alumni akan sharing ilmu mengenai gambaran dan inspirasi
kepada kami sehingga dapat memotivasi kami dalam menentukan prioritas dan
cita-cira ke depan. Selain itu pemberian beasiswa, penciptaan peluang kerja,
bakti sosial merupakan contoh riil yang dapat dikontribusian oleh alumni lewat
jaringan yang dimiliki. Bagi UNHAS,
keberadaan alumni yang memiliki kompetensi dan potensi bisa membangun opini
publik terhadap nama baik UNHAS.
Kerjasama dan sinergi
yang harmonis antara masyarakat alumni dan pihak universitas Hasanuddin akan
memiliki dampak yang besar bagi pengembangan kampus secara berkesinambungan di
masa mendatang.
Agenda liberasasi
ekonomi regional yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan
diterapkan bisa menjadi peluang sekaligus ancaman jika tidak disikapi secara
cermat. Dalam menghadapi era kompetisi
bebas di MEA, UNHAS hadir sebagai tempat
untuk melahirkan generasi yang berilmu, bermoral, berintegritas, inovatif
berbudaya dan mampu bersaing di kancah global sehingga mampu menghasilkan riset
unggulan, mampu meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan serta mampu
memberikan solusi permasalahan bangsa.
Pemberdayaan Sumber
Daya Manusaia, manajemen pengetahuan dan revolusi mental adalah tiga kunci
dalam menjawab tantangan implementasi MEA bagi Indonesia. Dan dengan adanya kolaborasi
pemerintah, pihak UNHAS dan ikatan alumni bakal membuat Indonesia khususnya di Kawasan Indonesia Timur siap
untik mengadapi era persaingan bebas ini.
Harapan Terhadap
Dies Natalis Unhas yang Ke 60
Dies
Natalis Unhas yang ke-60 merupakan usia dewasa yang harus disikapi dengan
menjawab tantangan dan perkembangan zaman. Moment ini juga menjadi momentum
bagi UNHAS untuk menunjukkan jati dirinya tetap eksis di dunia pendidikan dan dalam masyarakat pada masa kini dan masa mendatang.
Beberapa
tahun belakangan ini, UNHAS yang kini berstatus PTN-BH telah merumuskan dan mengeksekusi langkah-langkah “mendasar” baik itu di bidang akademik dan non akademik
menuju kampus berkelas dunia (World
Class University). UNHAS berpedoman pada visi yang sudah dirumuskan yaitu sebagai
pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan
budaya berbasis benua maritim indonesia.
Berbagai
akselerasi transformasi program dilakukan dalam termasuk melibatkan ikatan alumni. Ikatan alumni dipandang sebagai pendukung turut berkontribusi dalam
memantapkan prosedur tata kelola universitas berbasis teknologi informasi dan
komunikasi dan meningkatkan inovasi dalam mewujudkan Tri Dharma Pendidikan. Ikatan
alumni pun bisa sebagai katalis dengan
memberikan berbagai masukan kritis dan membangun kepada almamater mereka
sendiri.
Kerjasama dan sinergi
yang harmonis antara masyarakat, ikatan alumni dan pihak Universitas Hasanuddin akan
memiliki dampak yang besar bagi pengembangan kampus secara berkesinambungan di
masa mendatang.




