![]() |
Situasi Distribusi Barang di Pelabuhan Pomako. Dok: Heriyanto Rantelino
Karena saya sudah ber-KTP Papua maka otomatis secara administratif kependudukan, saya sudah resmi menjadi bagian dari masyarakat Papua. Ada perasaan senang dan sedih sih. Senangnya karena saya berada di daerah yang baru dimana ada banyak petualangan-petualangan baru saya temui.Papua juga menjadi bagian dari jejak langkahku keluar dari zona nyaman. Sedihnya, saya jauh dari keluarga dan sahabat-sahabat saya di Sulawesi sana.
Keberadaan saya di Papua membuat rekan-rekanku yang
berada di luar Papua menjadi tumpuan pertanyaan tentang Papua. Ada yang ingin
mengorek informasi tentang situasi keamanannya, kegiatan ekonomi, peluang untuk berkarir, keindahan
pariwisatanya dan masih banyak lagi.
Salah satu pertanyaan yang tergolong banyak
ditanyakan adalah mengapa harga barang di Papua tergolong cukup mahal
dibandingkan daerah lain. Saya mengkaji permasalahan ini dan akhirnya
menemukan beberapa penyebabnya diantaranya:
1. Transportasi untuk distribusi logistik dimana
transportasi bersifat 'one way transport' dimana barang komoditas pokok yang
masuk ke suatu kota (arus impor) umumnya lebih besar dibanding dengan barang
komoditas produksi yang keluar dari kota tersebut (arus ekspor) sehingga
terjadi suatu sistem ekonomi yang tidak berimbang. Akibat hal ini maka
perekonomian berjalan lambat dan kota-kota distribusi hanya menjadi kota penyangga
ekonomi wilayah hinterland-nya.
2. Transportasi udara menjadi andalan untuk
pengiriman barang ke pedalaman Papua. Sudah menjadi rahasia umum bahwa akses
transportasi di Papua didominasi oleh transportasi udara. Namun resiko yang
harus ditanggung adalah biaya transportasi yang mahal.
3. Adanya frekuensi dan aksesibilitas transportasi
(supply) yang lebih rendah dibanding dengan kebutuhan sesungguhnya (real
demmand)
4. Adanya ketergantungan kebutuhan barang pokok
masyarakat Papua dari luar Papua. Alhasil biaya logistik pengiriman cukup besar
ditanggung. Malahan harga pengiriman barangnya kadang lebih mahal dibanding harga
barang itu sendiri.
Demikian kajian sederhana mengapa harga barang di
Papua cukup mahal dibanding daerah-daerah lain di Papua. Semoga bisa menjawab
pertanyaan yang terbesit dalam pikiran rekan-rekan pembaca sekalian. Salam
hangat dari Papua.
Tulisan ini juga saya publikasi di akun Kompasianaku
