![]() |
| Saat Menjadi Pengurus Organisasi Mahasiswa Teknik Unhas. Dok:Pribadi |
Selama kurang lebih 3 tahun, saya
agak sentimen dengan eksistensi Badan
Eksekutif Mahasiswa kala itu. Paradigma bahwa anak-anak himpunan itu hanya
pilih orang yang seidealis, sok-sokan dan anarkis. Dan tepat menginjak 3 tahun
menyandang status mahasiswa, saya pun luluh
setelah cukup banyak berdebat dengan salah satu teman seangkatan saya,
Nurmayanti, yang mendatangi saya kala itu dan menyakinkan bahwa periode kepengurusan
saat itu membutuhkan orang yang memperkuat bidang kewirausahaan.
Saya lebih menikmati sebagai pengurus
Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi (HIPMI PT) dan menggeluti usaha yg
saya bangun sendiri, namun setelah cukup
lama direnungkan, akhirnya saya terima
dengan alasan bahwa ini waktunya mengabdi pada organisasi jurusan sendiri. Alhasil diamanatkanlah menjadi Koordinator Kewirausahaan Himpunan
Mahasiswa Perkapalan dibawah kepemimpinan Muhammad Randi RJ kala itu yang
tugasnya memikirkan bagaimana agar ada pundi-pundi keuangan dari usaha yg saya
programkan. Yah, ibarat dalam kabinet, saya kebagian peran sebagai menteri
keuangannya.
![]() |
| Bersama Angkatanku 2008 di Teknik Perkapalan Unhas. Dok:Pribadi |
Beberapa teman yang tersebar di beberapa
fakultas menyadari bahwa saya tidak
bakalan betah dengan suasananya dimana pandangan orang di luar fakultas teknik tentang organisasi mahasiswa teknik yang
cukup keras dan seram. Tapi nyatanya saya bisa bertahan hingga akhir kepengurusan.
Disadari bahwa ternyata ada banyak hal
yang bisa didapatkan dari organisasi kemahasiswaan. Bagaimana belajar
solidaritas, integritas, belajar
mempertahankan pendapat atas program yang direncanakan tiap koordinator di
depan semua angkatan yang hadir saat
musyawarah mahasiswa dan presentasi program kerja. Bagiku, lingkungan
BEM juga menjadi miniatur panggung yg
menjadi fondasi tempat belajar ilmu politik.
![]() |
| Saya Bersama Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Jurusan Perkapalan Tahun 2011. Dok:Pribadi |
Yang pasti dunia organisasi mahasiswa
yang penuh dengan dinamika mengajarkan banyak hal termasuk dalam bijak
memutuskan keputusan, kompromi terhadap keputusan dan sanggahan dari warga BEM dan yang paling berkesan adalah
bagaimana membangun kerjasama dengan sesama koordinator dan anggota-anggotanya menyukseskan program yang sudah dicetuskan
sebelumnya agar di rapat pertanggungjawaban nanti, periode kepengurusan dapat
diterima setiap angkatan dengan predikat baik.
Nyatanya, ilmu dari OKJP ternyata sangat
berguna tidak hanya saat mahasiswa saja
tapi juga saat berada di lingkungan kerja saat ini.
Penulis:
Heriyanto Rantelino, Anak Muda Timika,
Papua.
Facebook: Heriyanto Rantelino
Kontak Whatsapp: 085242441580
Tulisan ini saya publikasikan juga di akun Kompasianaku.


