Geleng-Geleng Melihat Pelaku Proyek Pembangunan di Papua - Heriyanto Rantelino

Geleng-Geleng Melihat Pelaku Proyek Pembangunan di Papua

Geleng-Geleng Melihat Pelaku Proyek Pembangunan di Papua

Sumber :Indoheadlinenews.com


Perhatian pemerintah pusat kepada Papua sungguh besar sehingga tak heran ada banyak proyek-proyek pembangunan sana-sini. Hal ini merupakan realisasi janji pemerintah yang menginginkan adanya pemerataan pembangunan  di Indonesia.

Namun dibalik keinginan baik pemangku kebijakan ini, mulai bermunculan orang-orang yang ingin memanfaatkan situas ini. Ada yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan. Tak dilarang sih meraih profit dari keuntungan  ini namun jangan berlebihanlah. Margin realisasi pekerjaan dengan potensi keuntungan bisa  70:30. Keserakahan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab inilah yang bisa mengancam proyek pembangunan seperti  kegiatan pembangunannya asal jadi saja, menggunakan bahan yang tidak berkualitas, lebih parah lagi kalau pemerintah kecewa dengan hasilnya yang mengakibatkan suntikan dana bisa ditunda, dikurangi atau diberhentikan.

Ditinjau dari segi antropologi, memperoleh proyek dari pemerintah tidaklah mudah.  Mengingat Papua ini adalah daerah otonomi khusus sehingga pemerintah daerah punya wewenang untuk menunjuk siapa yang menangani proyek pembangunan.  Mulailah orang-orang melakukan perbuatan yang memuakkan, cari-cari muka, menjilat ke pemerintah, muncul CV-CV yang ternyata orang-orang didalamnya adalah anggota keluarga dari pejabat yang dipercayakan melakukan pembangunan (nepotisme), mengagung-agungkan pejabat tertentu padahal pas dibelakangnya orang ini malah menjelekkan pejabat tersebut. Kalau dasarnya saja sudah tidak beres, apalagi realisasi pekerjaannya patut diragukan. Alhasil, orang-orang yang profesional dan expert di bidangnya  terkadang tak mendapat jatah akibat dari ulah orang-orang itu.

Revolusi mental memang digalakkan di Papua. Karena bemula dengan adanya kualitas SDM yang baik tentunya punya pengaruh signifikan terhadap pembangunan di Bumi Cendrawasih ini.
Please write your comments