Kota
Timika kedatangan pemain baru dalam hal pengelolaan
shoping center. Sebelumnya, telah hadir Diana Supermaket yang telah menancapkan
dirinya di dua cabang. Sejauh pengamatan saya, desain toko dan pelayanan
Shopping Center ini hampir setara dengan
Alfamart dan Indomaret.
Berada
jauh dari kota metropolitan yang menerapkan SOP dalam pengelolaan toko, bukan
berarti di Timika ini tak menerapkan demikian. Yah emang sulit sih menemukan toko yang punya SOP, tapi untungnya kedua
Shoping Center ini setidaknya menerapkan hal tersebut. Nah, sebagai pengamat
pasar amatiran, saya menemukan sejumlah keunggulan Sharon Mart dibanding
toko-toko lainnya di Timika diantaranya:
1. Terdapat
daftar harga yang tercantum di rak
etalase barang. Berbeda dengan kebayakan toko yang tak menampilkan harganya dan
kita baru mengetahuinya ketika mengecek di kasir. Ini tentunya merepotkan dan
juga kita susah membandingkan dengan rinci perbedaan harga barang dari satu
toko dengan toko yang lain. Emang kawan-kawan mau pulang balik ke kasir hanya
untuk cek harganya. Kan repot dan memalukan toh.
2. Ada
uang kembalian recehannya loh. Kebanyakan toko di Timika itu membulatkan ke
atas total pembelanjaan barang kita. Rata-rata kalau udah ada lebih Ro 100 saja,
udah dibulatkan menjadi Rp.1.000 karena pecahan uang Rp.500 mereka tak ada.
Kadang juga ada yang tawarkan kembalian permen atau snack. Bukannya pelit sih,
tapi uang pecahan kecilpun sangat bermanfaat apalagi kalau ditabung. Untungnya
Sharon Mart mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mengembalikan kembalian
dalam bentuk permen. Emang sih, kadang kita ditawarkan mau uang recehan atau
permen, tinggal pembeli menentukan pilihannya.
3. Lapangan
parkirnya cukup luas. Ada petugas parkir yang siap mengantarkan anda untuk berputar arah atau memandu kendaraan
Anda.
4. Pramuniaganya
cukup banyak. Jadi takkan kebingungan jika ada pertanyaan.
5. Persepsi
masyarakat yang mengatakan bahwa segala barang di Papua mahal, namun saya
menemukan di Sharon Mart, harganya hanya berbeda sedikit dengan harga di
Makassar, tempat asal saya sebelumnya. Bahkan ada barang yang harganya lebih
murah dibanding di Makassar contohnya (sebut merek aja yah) Tolak Angin Cair
yang harganya Rp 30.000/kotak, di Timika hanya 25 ribu coy
6. Ternyata
eh ternyata, Toko Sharon Mart menjual produk yang tergolong premium loh.
Contohnya saja Lorean Men, produk yang saya gunakan dimana di Makassar sangat
suah mendapatkan produk ini. Paling banter dapatnya di Carefour dan Indomaret
tertentu. Makanya saya beli tiga produk sebelum ke Timika karena saya sudah
perkirakan bakalan susah dapatnya. Nah saat di Timika, barang ini saya cari
kemana-mana tapi gak nemu-nemu. Untungnya saya menemukannya saat saya menemukannya tersusun rapi di pojokan etalase
Kekurangan
Sharon Mart
Diantara
sejumlah keunggulan yang saya temukan, terdapat pula sejumlah kekurangan yang
saya dapati diantaranya:
1. Agaknya
ada beberapa pegawai yang terlalu memperhatikan gerak gerik pengunjungnya
seolah-olah mengamati seorang pencuri. Saya duga beberapa dari mereka baru
bekerja sebagai pramuniaga. Kedepannya saya berharap agar pengelola Sharon
membina pegawainya agar menciptakan kenyamanan pengunjung,
2. Entah
mengapa, setiap kali kesana, saya merasa lantainya masih terasa licin. Saya
duga penyebabnya bisa pengaruh dari keramiknya ataukah perbandingan air dan cairan pembersih
lantainya tidak sepadan. Saya pun terkadang berhati-hati untuk berjalan.
Sarannya sih, bolehlah dipel dua kali. Satu kali air campur pembersih, yang
kedua kali cukup pel kering.
3. Tata
pengaturan barangnya masih kurang baik. Contohnya saja untuk pembersih pakaian
yang terbagi dua. Baiknya berada di satu etalase untuk pembersih khusus pakaian
dalam hal ini cairan pemutih dengan detergen dan pengharum pakaiannya satu
etalase.
4. Masih
ditemukan pegawai yang keasyikan ngobrol ala di rumah kost dan kadang
menghalangi gerak gerik pengunjung.
Secara
garis besar pelayanan Sharon Mart tergolong baik. Harapan saja,semoga Sharon
Mart bisa menyajikan pelayanan yang baik,
menerapkan harga yang terjangkau dan segala kekurangan yang saya ungkapkan bisa
menjadi perhatian sehingga memungkinkan Sharon Mart menjadi
role model Shoping Center di Timika.

