Siapa sih yang tak mau diwisuda? Setelah bertahun-tahun menimba ilmu, kemudian pada akhirnya melaksanakan penelitian(skripsi) dan kemudian sidang kelulusan(yudisium) dan dinyatakan lulus merupakan suatu kebanggan tersendiri.Karena selama proses tersebut banyak sekali rintangan dan penuh dengan perjuangan, sehingga merupakan suatu kebanggan yang tidak bisa dilupakan, apalagi lulus dengan nilai IPK yang memuaskan.
Namun sejatinya meraih gelar sarjana tentu tak bisa dianggap sederhana karena kita akan diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan terutama saat kita menyusun skripsi. Dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan yang besar mulai dari mencari judul yang cocok, tempat untuk mengadakan penelitian, metode yang akan digunakan, memilih referensi jurnal atau buku yang akan digunakan dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, saya juga terkadang mengurangi porsi tidur, mengurangi waktu jalan-jalan, mengurangi waktu menjalankan hobi, mengurangi waktu bermain bersama kawan-kawan sebaya dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu demi “membiayai” proses pengolahan skripsi tersebut. Saya akan mengutarakan berbagai macam tantangan sekaligus tips untuk mengatasi kegalauan saat menyusun skripsi.
Jatuh Bangun Menyusun Skripsi
Yang perlu dipahami bahwa skripsi adalah salah satu masalah klasik yang dialami oleh semua mahasiswa yang berada di tingkat akhir. Pada awal menyusun skripsi, kita memiliki semangat yang berapi-api. Namun ketika menemui kendala, semangat itu sedikit demi sedikit menyusut dan akhirnya memunculkan rasa pesimis dan putus asa.
Berbagai macam tekanan psikologis juga bermunculan entah itu dari keluarga yang sering menanyakan kapan sarjana, dari tetangga rumah yang sering membandingkan kita dengan anaknya yang mulus mengerjakan skripsinya atau dari teman-teman yang sudah berhasil menyelesaikan skripsinya. Tekanan inilah yang kadang membuat beberapa teman mahasiswa kurang memperhatikan pola hidup sehat sehingga membuat ketahanan tubuh menurun.
Saya yakini bahwa semua mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi memiliki segudang masalah ini yang bisa jadi membuat mereka depresi. Saya justru menjadikan tekanan ini menjadi sebuah kekuatan yang memicu saya untuk segera menyelesaikan skripsi. Prinsipnya, orang saja bisa masak saya gak bisa.
Apa Saja Masalah Saat Menyusun Skripsi?
Bagi saya pribadi, ada dua masalah besar yang saya hadapi saat menyusun skripsi yaitu ketika saya bingung mencari judul penelitian yang tepat dan saat mengatur jadwal asistensi skripsi dengan dosen pembimbing.
Saya mengikuti saran dari seniorku yang mengatakan bahwa saat kita dilanda kebingungan mencari judul penelitian, tak ada salahnya mengunjungi perpustakaan kampus untuk mencari referensi atau bisa juga mencari berbagai jurnal menyangkut topik penelitian yang banyak bertebaran di dunia maya. Semakin banyak referensi maka semakin banyak ide judul yang bisa kita dapatkan dan semakin memudahkan kita dalam mengembangkan skripsi itu mulai dari bab pertama hingga bab akhir.
Saya juga mengalami kendala dalam mengatur jadwal asistensi dengan dosen pembimbing yang terkadang tidak serajin seperti halnya mahasiswa yang dibimbingnya. Penyebabnya bisa saja karena sang dosen lagi punya tugas lain di kampus, sibuk dengan penelitiannya juga atau karena sibuk mengurusi mata kuliah yang dia ajarkan ke yunior-yunior. Bila dosen pembimbing kita tidak rajin dalam mengevaluasi hasil karya kita, maka hal ini tentu akan berdampak pada waktu pengerjaan yang memakan waktu lama. Oleh karena itu, ketika saya asistensi skripsi, saya langsung tanyakan kepada dosen yang bersangkutan mengenai kapan jadwal asistensi berikutnya. Hal ini bisa menghemat waktu kawan-kawan daripada menunggu dengan jadwal tak pasti.
Intinya, Membuat skripsi tidak bisa dilakukan secara instan karena dibutuhkan waktu dan kajian yang mendalam. Tak perlu langsung balap, toh membuat skripsi tak semudah membalik telapak tangan. Yang dibutuhkan adalah bagaimana teman teman disiplin dan memanejemen waktunya dengan baik sehingga skripsi bisa jadi sesuai dengan target . Tentukan skala prioritas kegiatan teman-teman dimana tentunya menempatkan skripsi pada posisi pertama. Intinya, tiada hari tanpa skripsi. Tapi bukan berarti kita ada di depan skripsi selama 24 jam.Otak juga perlu refresing jadi jangan paksa diri kalau udah merasa capek hari itu, karena jika kamu paksakan maka kesehatanmulah yang jadi taruhannya.
Mencari Spirit Saat Mulai Jenuh Menyusun Skripsi
Ada banyak cara yang bisa dilakukan disaat kita jenuh dalam menyusun skripsi. Salah satunya yaitu mencari sumber-sumber motivasi. Motivasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Inilah salah satu dari beberapa hal yang membedakan orang sukses dengan yang lain yaitu motivasi. Orang sukses selalu mencari motivasi sedangkan orang gagal menunggu motivasi. Motivasi ibarat bahan bakar pada mobil yang sangat vital keberadaaannya. Makanya carilah sumber-sumber motivasi yang bisa memberikan kita motivasi yang luar biasa dalam menyusunnya. Saya akan mengutarakan beberapa sumber motivasi itu diantaranya.
- Berkumpul dengan Orang Yang Terdekat
Tak dipungkiri lagi bahwa orang terdekat punya andil yang besar dalam menunjang keberhasilan menyusun skripsi. Orang terdekat itu bisa saja orangtua, sahabat dan pacar. Mereka adalah sumber motivasi yang punya kekuatan luar biasa. Mereka bisa menyuntikkan semangat, memantau perkembangan, memperhatikan kesehatan dan masih banyak lagi. Semangat dan motivasi merekalah yang memberikan saya kekuatan ketika mulai timbul rasa jenuh. Pengorbanan waktu dan materi yang mereka berikan tak mungkin saya sia-siakan. Saya membayangkan betapa kecewanya mereka jika saya menyerah akan keadaan. Bagaimana orang tua yang yang sudah mencari uang kesana kemari demi membiayai uang kuliah. Bagaimana beberapa sahabat yang sudah meluangkan waktunya menjadi tempat curahan hati disaat galau-galaunya menyusun skripsi. Bagaimana peran seorang pacar yang juga berkontribusi memberi semangat. Sebenarnya ada kekhawatiran sendiri terutama di depan pacar jika saya gagal menyusun skripsi ini. Dia pasti berpikir bahwa jika skripsi tak bisa saya perjuangkan, bagaimana mungkin kelak saya bisa memperjuangkannya mendapat hati orang tuanya.
- Berkumpul Dengan Teman-teman Senasib Seperjuangan
Selain berkumpul dengan orang terdekat, saya juga mendatangi teman-teman yang lagi berperang dengan skripsinya. Melihat kerja keras dan kesungguhan mereka, saya mendapat kekuatan dan spirit untuk menyusun skripsi itu lagi. Saya percaya bahwa pengaruh lingkungan punya peranan penting bagi diri kita. Oleh karena itu, saya sarankan bagi teman-teman yang akan atau sementara menyusun skripsi, jika kalian mulai pusing atau mulai menyerah, coba sesekali berkumpullah bersama teman-teman karena kita bisa saling menguatkan dan bisa menemukan jalan keluar dari kebuntuan menyusun skripsi.
3.Tontonlah Video dan Bacalah Buku-Buku Motivasi Terutama Yang Menyangkut Kisah Anak- Anak Muda Dalam Menggapai Impiannya.
Sempatkanlah sejenak menonton video atau membaca buku yang memuat tulisan tentang kisah anak-anak muda dalam menggapai cita-citanya. Video tersebut banyak bertaburan di Youtube kok. Tinggal masukkan keywordnya saja maka kita bisa mendapatkan video ataupun film motivasi yang kita inginkan. Buku bacaan motivasi bisa kita dapatkan di perpusatakaan, toko buku terdekat, koleksi teman atau mendownloadnya di internet.
Mengenai buku, saya punya rujukan buku yang bisa teman-teman gunakan yaitu:
a.Buku Pak I Made Andi Arsana yang berjudul Anak Dusun Keliling Dunia. Buku ini memotivasi kita anak muda bahwa dibutuhkan perjuangan yang keras untuk menggapai cita-cita
Buku Pak I Made Arsana (dok:madeandi.com)
b. Buku Trilogi Negeri 5 Menara yang terdiri dari buku Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan buku Rantau 1 Menara. Ada mantra yang pas buat kita yang sedang dalam tahap penyusunan skripsi yaitu Man Jadda Wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) dan Man Shabara Zhafira ( Siapa yang bersabar akan beruntung). Saya mendapat motivasi dari buku ini bahwa kita bisa melewati semua tantangan hidup ini dengan baik asalkan tetap berserah pada Sang Pencipta.
Buku Trilogi Negeri 5 Menara (maulidyahgaluh.wordpress.com)
c.Buku Jurus Jitu Keluar Negeri. Saya mendapat spirit setelah membaca pengalaman seru para penulisnya yang terdiri dari Mas Miftachuddin, Mas Zulkhan, Mas Stevan,Mas Izdiyan, dan Mas Adi Atiasa. Saya terpacu untuk segera menyelesaikan skripsi dan ingin merasakan bagaimana melanjutkan “petualangan pendidikan” di negeri orang.
Buku Jurus Jitu Keluar Negeri (dok www.adamsains.us)
Buku-buku ini yang menginspirasi saya untuk terus bekerja keras mewujudkan impian, berani mengambil tindakan, tetap mengandalkan Sang Pencipta, dan tetap sabar dalam menghadapi berbagai kondisi.
Konkritnya adalah cara terbaik untuk melupakan sejenak masalahmu adalah dengan berkumpul dengan orang atau melakukan sesuatu yang bisa memberimu semangat dan membuatmu tertawa. Karena dibalik itu semua, Tuhan bisa memberikan kita pencerahan dari semua masalah kita. Tak perlu memandang skripsi sebagai momok yang menakutkan
Suasana Hati Saat Wisuda
Foto Bersalaman Dengan Rektor Unhas saat Wisuda (dok: Pribadi)
Bersalaman dengan Dekan Fakultas Teknik Unhas (dok:pribadi)
Akhirnya, saya diwisuda bulan Juni 2015 kemarin. Saya bersama teman-teman seperjuangaku bisa merasakan bagaimana rasanya masuk duduk di barisan para wisudawan. Perjuanganku beberapa tahun menimba ilmu di perguruan tinggi akhirnya terbayar sudah. Ternyata. saya bisa menyelesaikan skripsi dan meraih gelar sarjana dengan IPK yang sesuai target.
Terselip rasa rasa bangga mengenakan pakaian toga dan bisa memboyong orang tuaku sebagai pendamping wisudawan. Saya bisa merealisasikan cita-cita orangtuaku yang ingin melihat anaknya maju ke panggung, bersalaman dan menerima ijazah dari rektor. Secara pribadi, saya mempersembahkan pencapaian ini buat keluarga, teman dan tentunya pacar yang sudah mengorbankan banyak waktu dan materi bagi saya.
Namun sesungguhnya perjuangan belum terhenti di sini saja. Ini adalah awal dari sebuah perjuangan baru dan ada banyak rintangan lagi yang muncul kedepannya
Suasana Wisuda Mahasiswa Unhas Periode Juni 2015 (dok:pribadi)
Pesan Kepada Para Pejuang Skripsi
Jangan pernah kuatir ketika muncul hambatan dan rasa galau menyusun skripsi. Semua orang punya cerita sendiri tentang pengalamannya mengerjakan skripsi. Suka duka yang dialami, bisa jadi membuat depresi saat itu terjadi, namun akan menjadi hal yang manis saat kita mengenangnya ketika gelar sarjana telah digenggam nyata,Semua masalah yang dulunya saya hadapi saya anggap sebagai salah satu menuju proses pendewasaan. Semua ini melatih saya bagaimana memanajemen waktu dengan baik, melatih kesabaran dan ketekunan yang pada akhirnya membuahkan hasil yang manis.
Bagi kalian para pejuang skripsi, tetaplah semangat, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Masalah teknis dan non teknis akan selalu ada untuk menguji kesabaran kita, menempa kekuatan mental kita hingga kita benar-benar layak menyandang gelar sarjana. Tangan Tuhan akan selalu bekerja membantu kita dengan cara yang tak terduga jika kita selalu berusaha maksimal dan menyerahkan semua hasilnya kepada yang Kuasa. Selamat berjuang kawan-kawanku.
Saya bersama Dua Temanku Saat Malam Ramah Tamah (dok:pribadi)
Artikel ini saya publikasikan juga di akun Kompasiana dengan alamat http://www.kompasiana.com/heriyanto_rantelino/lika-liku-kehidupan-meraih-gelar-sarjana_562f044ea6afbdc90927bf1e
Artikel ini saya publikasikan juga di akun Kompasiana dengan alamat http://www.kompasiana.com/heriyanto_rantelino/lika-liku-kehidupan-meraih-gelar-sarjana_562f044ea6afbdc90927bf1e
