![]() |
| Dok: tribratanewspapuapolri.go.id |
Bagi saya Papua adalah laboratorium sosial, tempat
mengasah kedewasaan berpikir dan bersikap dan juga tempat saya menggali
inspirasi. Di Pulau Cendrawasih ini saya menemukan sosok-sosok yang punya
dedikasi pada Bumi Papua diantaranya Pak Lukas Enembe, Johannes Rettob, Ibu
Syane Mandesi, Bapak Victor C Mackbon, Bapak Boy Rafli Amar dan masih banyak
lagi. Mengingat saya adalah sosok pemuda yang tertarik pada di bidang kehumasan dan kepemimpinan membuat
saya mengangkat satu sosok yang punya
kesamaan passion denganku. Adalah Bapak
Boy Rafli Amar yang saat ini menduduki posisi nomor satu di Kepolisian Daerah
Provinsi Papua.
Selama ini kebanyakan orang mengganggap bahwa
orang yang bergerak di kehumasan hanya bisa diandalkan di bidang komunikasi
saja. Tapi hadirnya Beliau mematahkan paradigma tersebut. Selain pandai Public
Speaking, mereka punya jiwa kepemimpinan yang tak boleh dipandang sebelah mata.
![]() |
| Dok:Facebook Boy Rafli Anwar |
Oh ya,
Sewaktu jaman mahasiswa dulu, saya sering menyaksikan Beliau nongol di
televisi sebagai corong komunikasi Polri untuk menyampaikan ke publik segala
yang berkaitan dengan aktivitas POLRI. Kepiawaiannya bertutur kata untuk
menjelaskan berbagai hal menyangkut institusi Polri kepada pers dan publik. Berkatnya, Beliau mampu menangkis serangan
bertubi-tubi dari pihak luar yang ingin menjatuhkan Polri.
Pria kelahiran Jakarta 26 Maret 1965 ini memulai
karirnya sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya, lalu setahun kemudian menjabat
Kabagoenum Ropenmas Div Humas Polri. Dua tahun kemudain menjadi Karonpemas Div
Humas Polri. Di tahun 2014 menjabat sebagai Kapolda Banten, tahun 2016 menjadi
Kadiv Humas Polri dan di akhir tahun 2017
menjadi Kapolda Papua hingga sekarang.
Dalam pandangan saja, suami dari Ibu Irnawati
memiliki kepiawaian menjalin komunikasi dengan media demi memulihkan citra Korps Tri Brata. Tak hanya jago
membranding institusinya tapi piawai juga dalam mengeksekusi pekerjaan di lapangan.
Dedikasi Buat Papua
Saya akui bahwa tidaklah mudah menjadi Kapolda Papua. Berbagai tugas menanti
untuk diselesaikan mengingat Papua adalah salah satu wilayah yang kondisi
keamanannya dinamis, rawan konflik dan
benturan. Pokoknya ada saja rericuhan
tiap minggu. Di daerahku saja, Kabupaten
Mimika, sering kali terjadi konflik perang di Kwamki Narama, belum lagi kondisi keamanan di kawasan
Distrik Tembagapura. Itu baru satu kabupaten loh, masih banyak daerah-daerah
lainnya yang kondisi keamanannya mengalami pasang surut.
![]() |
| Dok:Reportasenews.Com |
Dalam menangani permasalahan yang cukup
memusingkan kepala ini, Beliau merancang
11 indikator keberhasilan Polda Papua yang ingin dicapainya diantaranya 1)
trend kejahatan yang cenderung menurun, (2) angka penyelesaian perkara
meningkat, (3) terwujudnya sinergisitas polisional (intra kepolisian) dan
lintas instansi, (4) terwujudnya partiisipasi masyarakat yang makin membaik,(5)
tumbuh dan berkembangnya masyarakat yang harmonis dan demokratis, (6)
pelanggaran anggota nihil,(7) Terwujudnya personel Polri yang taat hukum
dan kode etik profesi. (8) sinergisitas
antara Polri, TNI, Tomas, Toga, Todat, LSM, unsur pemerintah pusat dan daerah
yang ada di Provinsi Papua, (9) Publik complain rendah, (10)Tingkat kepercayaan
(public trust) yang tinggi terhadap Polri, (11) Terpeliharanya nilai -- nilai
kebangsaan di Provinsi Papua.
![]() |
| Dok:Kompas.com |
Untuk mewujudkan 11 indikator keberhasilan diatas,
Kapolda Papua telah merancang sejumlah strategi dan pendekatan dalam bentuk
program diantaranya adalah :
(1) Kampung ATM (Aman, Tentram, Mandiri), dengan
membangun komunikasi aktif antara sesama warga kampung demi membangun peradaban
dalam semangat gotoyong royong,
(2) Gerakan Adik Kakak (Aman Damai Indonesia Ku,
Kerukunan Adalah Kekuatan dan Keutamaan),
(3) Polisi Sahabat Sekolah,
(4) Polisi Sahabat Mahasiswa,
(5) Polisi Sahabat Ondoafi / Kepala Suku,
(6) Polisi Sahabat Tokoh Agama,
(7) Polisi Sahabat Alam yang dibentuk untuk
mengurangi dampak perubahan iklim dunia dan menjaga keberlangsungan sumber daya
hayati dan ekosistemnya.
(8) Polisi Paham Kebangsaan,
(9) Jalin hubungan sinergi dan harmoni Polri, TNI,
Pemda, instansi vertical, dalam mewujudkan kesejahteraan dan keamanan
masyarakat Papua.
![]() |
| Dok:Papuabangkit.com |
Tak hanya 9 program diatas, Beliau juga
membentuk Satgas anti konflik sosial sebagai upaya pencegahan munculnya konflik sosial di
Papua, menjaga pintu masuk dan alat --
alat propaganda yang bisa memicu timbulnya konflik sosial di tengah -- tengah
masyarakat.
Keberanian Beliau langsung mendatangi daerah Banti yang merupakan daerah
rawan konflik kemarin untuk membuktikan bahwa mantan Kapoltabes Padang ini
totalitas dalam menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat dan takkan gentar
menghadapi siapun oknum yang berusaha ganggu stabilitas ketentraman walaupun
nyawa yang jadi taruhannya.
Penutup
Saya tak ragu menjadi salah satu bagian penggemar
dari pria berdarah Sumatera Barat.
Beliau mampu membuktikan bahwa orang
dengan latar belakang kehumasan juga memeliki kemampuan mengeksekusi beragam pemecahan masalah. Tak
hanya bermodalkan bicara tapi masalah
teknis dan merancang solusi dan
keputusanpu bisa diandalkan.
Harapannya, semoga kehadiran Beliau bisa
memaksimalkan unsur kerjasama dengan seluruh stakeholder, pemda, tokoh adat,
tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh elemen masyarakat dan termasuk
didalamnya campur tangan Polri dalam menegakkan aturan dan menjaga keamanan dan
juga menjadi sahabat bagi seluruh komponen dan elemen yang ada di
masyarakat.Tetap semangat berjuang Pak Irjen (Pol) Boy Rafli Amar. Semoga tetap
kuat, tangguh, tegar dalam
kepemimpinannya menghadapi berbagai polemik yang terjadi di Papua.
Salam dari
salah satu penggemarmu di Kota Timika, Papua.
Tulisan ini juga saya publikasikan di akun Kompasianaku






