1.Sayang Pada Anak-Anak Kecil
![]() |
| Pak Nurdin Abdullah Dikelilingi Anak Kecil |
Dikalangan anak-anak kecil Bantaeng, Pak Nurdin terkenal dengan sebutan Bupati Pulpen. Hal ini dikarenakan Pak Nurdin kadang menyiapkan beberapa buah pulpen untuk anak-anak kecil setiap berpergian ke sudut –sudut kota Bantaeng. Untuk mendapatkan pulpen tersebut tidaklah mudah karena harus menjawab tantangan yang diberikan. Tantangannya yaitu harus menghapalkan Pancasila secara lengkap dan tidak boleh ada satu kata yang salah atau terlewatkan. Hal inilah yang membuat anak-anak di Kota Bantaeng terpacu untuk menghapal Pancasila. Kabar ini pun tersiar seantero kota Bantaeng sehingga setiap blusukan , beliau akan dikerubungi anak-anak kecil dan melapor bahwa mereka sudah hapal Pancasila.Saya pun penasaran mengapa harus tantangannya yaitu menghapalkan Pancasila. Selidik punya selidik, hal ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinannya pada anak-anak yang kala itu tak tahu bunyi dasar negara Indonesia
Selain itu, kolam renang berstandar internasional yang dibangun beliau ternyata dilatarbelakangi rasa kecintaannya pada anak-anak kecil. Dahulu, banyaknya kejadian anak-anak Bantaeng yang terseret arus ketika berenang di pantai. Mantan Direktur Maruki Internasional ini memfasilitasi mereka mendapatkan area bermain air yang nyaman. Hal inilah yang membuat Pak Nurdin tidak hanya dikenal di kalangan orang dewasa saja tetapi dikalangan anak kecil.
![]() |
| (DAHULU) Kondisi Tempat Anak Mandi di Pinggir Pantai Sebelum Pak Nurdin Menjabat |
![]() |
| (SEKARANG) Inilah Kolam Bermain bagi Anak Hasil Kreatifitas Pak Nurdin |
2. Percaya pada Kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Kebanyakan orang berpandangan bahwa anggota TNI hanya bisa diandalkan tenanganya untuk mengamankan negara. Berbeda dengan beliau yang percaya bahwa selain tenaga, pemikiran para anggota TNI juga bisa diandalkan. Buktinya yaitu anggota TNI dilibatkan secara penuh dalam pembangunan beberapa kios di daerah Pantai Seruni. Awalnya, Pak Nurdin kecewa dengan salah satu dinas yang menganggarkan pembangunannya sebesar 450 juta. Pak Nurdin menilai itu terlalu besar. Beliau lalu memutar otak dan mencoba meminta bantuan kepada anggota TNI untuk mengkalkulasi anggarannya. Ternyata dari hasil perhitungan, anggarannya hanya 190 juta. Ini berarti berbeda 260 juta dengan anggaran awal. Beliau pun mengamanatkan para anggota TNI untuk mengeksekusinya. Namun dasar birokrasi yang ribet, pada awalnya pembangunannya mengalami kendala karena dinas tersebut menilai pembangunannya tak sesuai prosedur dan tidak masuk akal jika dikelola TNI. Pak Nurdin bersikeras tetap dikelola TNI demi menghemat anggaran daerah. Setelah melalui beberapa bulan, kios-kios tersebut selesai dibangun dan anggarannya pas sesuai yang direncanakan. Banyak yang tak percaya bahwa anggaran kios-kior yang indah tersebut hanya menghabiskan anggaran sebesar 190 juta.
Inilah hebatnya Pak Nurdin yang punya kemampuan hebat dalam memilih orang-orang yang cerdas dan berkompeten. Hal ini juga mematahkan paradigma selama ini bahwa anggota TNI hanya bisa diandalkan kekuatannya dalam menjaga keamanan negara tetapi juga bisa dilibatkan dalam setiap perencanaan karena mereka memiliki pemikiran dan daya kalkulasi yang kritis dan tepat sasaran.
![]() |
| Kondisi Kafe di Pantai Seruni Sebelumnya |
![]() |
| Kondisi Kafe di Pantai Seruni Sekarang |
3. Memberdayakan Masyarakat Pesisir
Salah satu prioritas masalah yang beliau ingin selesaikan yaitu menyangkut masyarakat pesisir. Pesisir di Kabupaten Bantaeng dinilai sebagai kantong kemiskinan. Seringkali masyarakat pesisir membutuhkan dana segar untuk meningkatkan perekonomian keluarganya. Namun karena kondisi kehidupan yang pas-pasan sehingga mereka sulit mengakses sektor perbankan. Perbankan tak berani pula memberikan pinjaman tanpa ada jaminan atau anggunan dari pihak peminjam. Hal inilah yang membuat masyarakat pesisir terpaksa lari ke rentenir. Masalahnya tak selesai disitu karena para rentenir rupanya menerapkan syarat-syarat yang memberatkan dan biaya bunga yang tinggi.
Sejak pemerintahan Pak Nurdin Abdullah, Bantaeng banyak berbenah terutama dari sektor pariwisata, ekonomi dan kesehatan. Semoga kedepannya banyak Nurdin-Nurdin lainnya yang punya kapasitas kepemimpinan seperti beliau. Amin.
Artikel ini saya publikasikan juga di Akun Kompasiana dengan alamat http://www.kompasiana.com/heriyanto_rantelino/resep-langka-nurdin-abdullah-dalam-membangun-kota-bantaeng_55200cb9a333112940b65f3c
Dokumentasi Foto oleh Humas Pemkab Bantaeng







