![]() |
| https://baliem-net.blogspot.com |
Gara-gara umpatan
monyet dari segelintir orang saja, jutaan warga Papua terluka.
Gara-gara umpatan
monyet, toleransi dan keharmonisan retak
Gara-gara umpatan
monyet, warga Papua mulai terkotak-kotak
Gara-gara umpatan
monyet, wacana referendum kembali mengemuka
Gara-gara umpatan
monyet, negara menanggung biaya yang tidak sedikit akibat kerusuhan
Gara-gara umpatan
monyet, Papuaku yang damai menjadi cukup mencekam
Gara-gara umpatan
monyet, rasa cemas melanda para keluarga yang sanak saudaranya mengais rejeki
di Papua
Gara-gara umpatan
monyet, dua pemimpin pemerintah tertinggi di Pulau Papua yang dikenal dengan
ketegarannya, pada akhirnya meneteskan air mata saking tak tahan umpatan yang
mencabik-cabik harga diri orang Papua
Gara-gara umpatan
monyet dari orang yang otaknya bersumbu pendek, gubernur Jatim dan Makassar
bahkan presidenpun mengambil alih untuk meminta maaf
Hei para pelontar
umpatan monyet !
Apakah anda kurang
piknik?
Apakah anda meresapi
makna toleransi dan Pancasila sebagaimana termuat dalam pelajaran Kewarganegaraan di bangku sekolah ?
Sebagai orang yang
mengangkap dirinya berpendidikan, apakah elok mengatakan sesama manusia dengan
makian binatang?
Lidah memang kecil dan
tak bertulang, tapi akan menjadi sumber malapetaka jika tak bijak menjaga
setiap kata-kata yang terlontar darinya.
Satu hal yang kami
pinta, mari intropeksi diri dan merajut kembali makna Bhineka Tunggal Ika agar
tercipta kedamaian seperti sediakala di
Bumi Cendrawasih ini.
Tulisan ini saya publikasikan juga di akun Kompasiana
