![]() |
| Dok:Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha |
Saya
sudah berada di Timika, Papua kurang lebih tiga tahun yang mana saya mengalami
berbagai pasang surut kehidupan termasuk salah satunya urusan kesehatan. Sudah
beberapa kali saya terpaksa ke klinik untuk memeriksakan kesehatan saya
termasuk mengidap dua kali penyakit endemi di Papua yang tak lain dan tak bukan
Malaria.
Saya
sadar bahwa kesehatan adalah salah satu berharga dalam hidup ini. Jika
kesehatan terganggu maka akan mengganggu kelancaran aktivitas kita mulai
dari urusan kerja yang terganggu sampai
pada pusing akan biaya yang akan dikeluarkan.
Nah,
bagi yang tak mau pusing saat di Papua akan urusan biaya maka saya sangat
menyarankan teman-teman untuk urus BPJS Kesehatan. Memang sih ada kartu Papua
sehat tapi itu diperuntukkan bagi masyarakat suku asli Papua.
Bukan
maksud promosi BPJS sih, tapi sharing akan pengalaman saya memakai BPJS selama saya jadi perantau
di Tanah Papua. BPJS kesehatan adalah
layanan kesehatan yang dikeluarkan pemerintah bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tapi
dalam menikmatinya, peserta BPJS mesti mengeluarkan biaya . Biayanya gak
mahal-mahal amat sih, paling mahal 80.000/perbulan (untuk kelas 1), . Saya
lebih memilih kelas satu karena pelayanan kesehatan lebih maksimal.
Terhitung
sudah berapa kali saya jatuh sakit di Papua termasuk malaria. Untungnya ada
BPJS sehingga saya cukup menunjukkan ke klinik rujukan BPJS saya lalu kemudian
saya menikmati pelayanan secara gratis mulai dari pemeriksaan darah,
pemeriksaan dokter sampai obat.
Jika
tanpa BPJS, saya bisa saja mengeluarkan dana sekitar 150ribuan. Tak hanya malaria, sakit lainnya pun
ditanggung. Jadi berapa kalipun ke klinik, saya tak perlu khawatir biayanya
termasuk kala dapat rujukan ke rumah sakit.
Jadi
bagi yang merantau ke Papua dan ingin urus BPJS, maka teman-teman harus
memiliki KTP atau surat domisili Papua
dimana teman-teman harus urus surat pindah penduduk dari Dinas Kependudukan dan
Pencatatan sipil (Dispencapil) daerah
asal.
Lalu
menuju ke ke kantor Dispencapil di area Papua tempat domisili sekarang untuk
urus surat keterangan domisili atau lebih bagus lagi kalau urus KTP domisili
Papua. Sehingga nantinya persyaratan ini dibawa ke kantor BPJS area Papua
sehingga nanti akan ditentukan klinik/rumah sakit rujukan di Papua.
Penutup
Saya
sangat menyarankan teman-teman yang merantau ke Papua untuk mengurus BPJS
Kesehatan jika tak mau pusing urusan biaya keseharan. Ingat, ini Papua dimana
segala sesuatunya mahal apalagi soal obat-obatan. Nah daripada teman-teman
mengeluarkan biaya besar jika jatuh
sakit maka mari urus layanan kesehatan ini.
Tulisan ini saya publikasikan di Kompasianaku
