![]() |
| Dok Pribadi |
Ada
rasa ikut bahagia melihat perkembangan teman-teman semasa sekolah dan kuliah
dulu. Ada yang mendapat pekerjaan di tempat bergengsi, ada yang bisa
melanjutkan pendidikannya di luar negeri, ada yang bisa menyeimbangkan waktunya
bersama keluarga, rekan kerja dan liburan.
Tidak
memunafikkan bahwa melihat semuanya itu
ada sedikit terbesit rasa cemburu. Tapi yang mesti saya pahami bahwa garis
hidup tiap orang beda-beda. Yang mesti saya lakukan sekarang adalah menjalani apa yang saya
hadapi sekarang. Menapaki jejak sebagai tenaga honorer di Papua dengan segala
dinamikanya. Menjadikan Papua sebagai miniatur penelitian saya mengenai
gambaran kondisi daerah yang cukup mengalami beberapa ketertinggalan. Sesuai
atau tidak sesuai dengan kepribadianku, saya harus mampu beradaptasi dengan
lingkungan saya sekarang.
Terbesit
impian untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Pascasarjana di dalam negeri saja dan program doktornya pengen di luar negeri.
Saat ini sudah lumayan bahan penelitian saya dari Papua yang bisa diangkat.
Jika ditelusuri tema yang mengangkat Papua tidak terlalu banyak. Hal itu terjadi karena berbagai pertimbangan
yang berkecamuk dalam benak para peneliti. Mulai dari latarbelakang
kekhawatiran biaya yang cukup besar, ketakutan akan jaminan keamanan,
pengenalan dengan orang-orang di Papua yang terbatas dan masih banyak lagi.
Berada
di Papua membawa keberuntungan bagi diri saya sendiri. Sambil menyelam minum
air. Maka selama saya bekerja di sini saya juga tak menutup mata melihat
fenomena-fenomena yang terjadi di Bumi Cendrawasih ini. Yah, semoga saja ini
membawa poin tersendiri bagi saya kelak dalam menyusun tangga-tangga
kesuksesan.
Tak
hanya itu, kelak apa yang saya angkat bisa menjadi referensi bagi orang di luar
Papua bahwa banyak hal menarik lainnya yang bisa dieksplor dari Papua,
meminimalisir pandangan orang awam tentang Papua dan kelak bisa menarik para dermawan untuk membantu pengembangan Papua khususnya generasi
muda asli daerah ini.Satu keyakinan saya bahwa generasi muda di sini adalah tumpuan harapan untuk membawa daerah
Papua untuk memutus jurang disparitas dan segala macam ketertinggalan lainnya.
Tulisan ini saya publikasikan juga di Akun Kompasianaku

