![]() |
| Ilustrasi: Pixabay/StarFlames |
Cinta bisa tumbuh kapansaja dan dimana saja. Cinta
bisa tumbuh karena pengaruh faktor fisik, harta atau faktor kenyamanan. Ketiga
faktor tersebut punya keunikan yang berbeda satu sama lain.
Kita mulai dari cinta yang muncul karena faktor
fisik. Cinta ini berlangsung secara instan karena tumbuh saat pertama kali
bertemu dengan seseorang yang membuat langsung hatinya berdebar-debar. Cinta
ini tumbuh secara tiba-tiba, tanpa melalui banyak proses. Dia terpesona akan
parasnya yang menawan baik itu dari sisi wajah yang rupawan dan bentuk badan
yang proporsional.
Didalam perjalanan cinta tipe ini, ada beberapa
hal yang membuat seseorang masih betah mempertahankan keutuhan hubungan mereka.
Pertama, karena hatinya masih terpikat dan tak mau berpisah. Kedua, karena
dengan memiliki fisik yang paripurna menurut ukurannya, maka ini menjadi
sesuatu yang bisa dipamerin ke teman-teman bahwa Dia punya kemampuan
menaklukkan hati orang tersebut.
Namun rata-rata cinta yang hanya mengandalkan
fisik tak bertahan berapa lama karena menimbulkan kebosanan mengingat hanya
satu hal yang bisa diandalkan saja dari hal ini yaitu fisik semata. Ada
ketersiksaan batin karena cinta mereka bermodal tampang saja. Apalagi kalau si
padangan tak memiliki kemampuan lebih selain fisiknya. Belum lagi munculnya
rasa cemburu dari pasangan karena dengan fisik yang rupawan membuat orang lain
terpikat juga untuk mendekatinya.
Cinta harta dilatarbelakangi faktor materialisme
dimana bisa dilatarbelakangi dari seseorang yang sudah merasa bosan dengan
hidup miskin, ingin meningkatkan derajat di mata orang sekitar, atau bisa juga
karena faktor pengaruh keluarga dengan
iming-ming masa depan cerah.
![]() |
| Dok: Siamok.Com |
Tak menjadi masalah jika pasangannya jauh dari
standar pasangan hidup impiannya. Sekalipun dia merasa kurang harmonis, dia
tetap bertahan demi menikmati harta duniawi ini. Kepopuleran lebih diutamakan dan ketersiksaan batin
dikesampingkan. Tercetus dalam benaknya bahwa dengan harta yang dia miliki
sekarang bisa membeli segalanya termasuk kenikmatan duniawi. Tinggal tunggu
pasangan lengah saja, dia bisa mencari
yang lain.
Cinta karena faktor kenyamanan adalah cinta yang
membutuhkan banyak proses dan waktu. Cinta ini tak muncul sekejab. Banyak orang
yang awalnya tak memprediksi bahwa kedua orang ini pada akhirnya akan
berpasangan. Ada yang nyinyir karena menembukan banyak perbedaan baik itu dari
segi fisik ataupun latar belakang keluarga.
Faktor munculnya benih cinta ini lebih didominasi
karena faktor lingkungan. Bisa berawal dari tetanggaan, rekan kantor, teman
satu organisasi, teman kampus atau hal-hal yang memungkinkan mereka sering
ketemuan. Berbagai dinamika menghampiri mereka yang boleh dikata bagian dari
ujian asmara mereka namun pada akhirnyajustru masalah itu malah memantapkan
hati mereka bahwa mereka adalah pasangan yang serasi yang pada akhirnya
mengikrarkan kesetiaan hidup bersama.
Penutup
Cinta yang paling tulus dan bertahan lama adalah
cinta karena faktor kenyamanan. Sedangkan cinta yang tak bertahan lama
dilatarbelakangi faktor fisik dan harta karena dalam menjalaninya ada
ketersiksaan batin dan kemunafikan. Semoga teman-teman muda tak salah menemukan
jodoh dan mampu memutuskan perjalanan cintanya kedepan.
Penulis:
Heriyanto Rantelino, Anak Muda Papua.
Facebook: Heriyanto Rantelino
No telepon/Whatsapp : 085242441580
Line : Ryanlino


