![]() |
| Seorang Polwan Membantu Anak-anak korban Banti Dok:Polres Mimika |
Pandangan saya mengenai kiprah kepolisian di
tengah masyarakat tambah meluas kala saudara kandung saya menjadi bagian dari
Polisi Republik Indonesia (POLRI). Akhirnya saya bisa mengetahui lebih dekat
betapa beratnya menjadi abdi masyarakat sebagai garda terdepan penjaga
keamanan, ketertiban dan menegakkan hukum.
Tak ada kata libur dan lengah dalam kamus hidupnya
dimana mereka harus senantiasa siaga 24 jam sekalipun mereka sudah berkumpul
bersama keluarga. Mereka harus siap sedia bertugas dikala ada peristiwa yang
berpotensi menganggu kenyamanan masyarakat.
Seluruh jajaran kepolisian di penjuru nusantara
sudah pasti mengikrarkan dirinya sebagai pendampingi masyarakat kapanpun dan
dimanapun berada sebagaimana yang termaktub dalam Tri Barata dan Catur Prasetya.
Tak terkecuali di Kabupaten Mimika yang merupakan bagian dari wilayah Papua.
Disadari bahwa daerah ini kondisi keamanannya dinamis.
Mungkin karena itulah, sebagian orang memplesetkan
kata Timika dengan julukan Tiap Minggu
Kacau atau kata Mimika diplesetkan dengan julukan Minggu-Minggu Kacau. Namun hal ini tak
membuat mereka pesimis. Semangat untuk
tetap bekerja keras, tetap tangguh dan tetap bersikap patriot terpatri dalam
jiwa mereka masing-masing sehingga bisa segera menciptakan situasi yang kondusif.
Selain memiliki tugas yang mulia sebagai pengayom
masyarakat, ternyata jajaran polisi di Tanah Amungsa Bumi Kamoro ini punya sisi
lain yang membanggakan. Mereka memiliki potensi dan talenta yang bisa dijadikan
sumber inspirasi utamanya bagi kalangan anak muda.
Melalui kepribadian, prestasi, sepak terjangdan
kegiatan inspiratifnya yang pada akhirnya membuat saya secara pribadi terpesona
akan kiprah mereka.
Saya meyakini setiap Polisi di Timika memiliki
kelebihan masing-masing. Namun dari ribuan polisi yang ada, saya punya sosok
yang saya favoritkan. Mau tahu siapa Bapak/Ibu Polisi yang saya favoritkan,
mari kita ulas satu persatu
1. Belajar Kepemimpinan dari Bapak Victor C
Mackbon dan Bapak Samuel D Taritaru
Dibagian kepemimpinan, saya mengidolakan Bapak
Victor C Mackbon dan Bapak Samuel D Taritatu. Saat itu Bapak Victor menjabat
sebagai Kapolres Mimika dan Bapak Samuel menjabat sebagai Kasat Lantas Polres
Mimika. Suami dari Ibu Abigail ini punya sepak terjang di kancah internasional
dimana Beliau menjalani serangkaian penugasan di luar negeri seperti Pasukan
Perdamaian PBB Bhayangkara FPU pada tahun 2010 di Sudan, COESPU tahun 2013 di
Italia, ILEA tahun 2014 di Thailand dan Course Forensic Crime And Crime
Prevention di Korea Selatan.
Selain itu, di bawah kepemimpinannya sebagai
Kapolres Mimika saat ini dicetuskan program kekinian yaitu Polisi Santa sewaktu
momen Natal 2016 silam dan Patroli Amole
yang merupakan bagian program untuk mendekatkan keberadaan POLRI dengan
masyarakat dimana ketika melakukan patroli, masyarakat boleh mengeluhkan
masalah yang terjadi di daerahnya dengan cepat baik itu masalah miras, KDRT,
atau tindakan kriminal lainnya.
Saya juga salut dengan kepribadian yang rendah
hati dari Bapak Samuel D Taritaru. Hal itu terbukti saat kami dari Dinas
Perhubungan bersinergi dengan Pihak Lantas Mimika bertugas di pos depan Diana
Supermaket dalam rangka pengamanan momen Idul Fitri.
Saat pendirian pos pengamanan tersebut, saya
melihat ada dua orang yang sibuk
mendirikan pos pengamanan. Ada seorang polisi
dan seorang tukang yang dengan seriusnya mengecat pos sekalipun saat itu
sudah menjelang malama.
Selidik punya selidik, polisi itu adalah Kasat
Lantas baru saat itu. Saat itu saya tak mengenali sosok Beliau mengingat saat itu ada
pergantian Kasat Lantas yang baru. Walaupun sudah menduduki 01 di Bagian Lalu
Lintas, tapi membuatnya tak pasang
wibawa. Hal kedua yang membuat saya kagum adalah secara tak sengaja berpasasan
dengan rombongan keluarga Pak Samuel di Diana Supermaket.
Saat itu salah satu anak kecil dari rombongannya
hendak menyerobot barisan antrian, namun dengan suara tegas Pak Samuel menegurnya.
Mantap banget nih Bapak, bisa menanamkan kedisiplinan dalam keluarganya sejak
dini. Kepemimpinan yang rendah hatilah yang membuat saya kagum dengan Beliau.
Kini kedua sosok diatas sudah bertugas di daerah
di luar Kabupaten Mimika. Sekalipun sudah berpindah lokasi, kenangan inspirasi
yang mereka tinggalkan di daerah ini masih membara.
2. Belajar dari Polisi Rupawan, Ibu Novi Indriani
Gultom dan Bapak Yunan Plitomo Kambey
Tak kalah dengan daerah lain di Indonesia,
Kabupaten Mimika punya jajaran kepolisian yang punya paras yang menarik. Polisi
cantik dan gagah tidak hanya ada di
Jawa, Sumatera dan Sulawesi saja tapi di Tanah Amungsa ini juga ada,
banyak malah. Tak hanya bermodal fisik yang keren saja tapi mereka juga
mengemban tugas yang lumayan berat.
Misalnya saja Ada Ibu Noviindriani Gultom yang
mengemban tugas sebagai Kanit Regident Polres Mimika yang bertugas menciptakan
ketertiban masyarakat di sektor lalu lintas. Tak hanya itu saja, Beliau juga
menjadi ikon polisi Polres Mimika saat Program 86 yang tayang di NET TV dimana
acara ini mengangkat kisah inspiratif
dari kepolisian.
Ada juga Bapak Yunan Plitomo Kambey yang mendapat
kepercayaan menjaga kestabilan keamanan sebagai Kapolsek di Kawasan Distrik
Kuala Kencana. Parasnya yang cantik dan gagah menjadi penunjang bagi mereka
untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan cara yang humanis.
3. Belajar Ketangguhan dari Polisi Wanita, Ibu
Pilomina Ida Waymramra dan Ibu Fanny Silvia Tahapary
![]() |
| Dok: antaranews.com dan Ibu Fanny Fb |
Walaupun mereka sosok wanita, tapi jangan
meragukan ketangguhan mereka dalam memimpin. Ada Ibu Pilomina Ida Waymramra
yang sekarang menjabat sebagai Kapolsek Mimika Baru. Dalam meniti karirnya Beliau juga pernah menjabat
sebagai pimpinan sebagai Kasat Taruna
Akpol Semarang dan Dik Lantas.
Ada juga
Ibu Fanny Silvia Tahapary yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelayanan
Perlindungan Anak (PPA) Polres Mimika. Beliau menjadi garda terdepan dalam
mengawal kasus bagi orang-orang yang melukai atau melakukan kekerasan kepada
anak-anak di Mimika. Kedua wanita tangguh ini membuktikan bahwa tak boleh
memandang remeh kekuatan seorang wanita dalam menyelesaikan permasalahan.
4. Belajar dari Polisi Humanis, Bapak Lalu Hiskam
Anady dan Bapak Balthasar Fasse
Saya kagum dengan kepribadian humanis yang
dimiliki kedua polisi ini, Bapak Lalu Hiskam
dan Bapak Berce Fase. Pak Lalu Hiskam yang memegang jabatan sebagai
Panit II Binmas Polsek Mimika baru ini ternyata memiliki bakat public speaking yang baik dimana beberapa kali menjadi Mc di
beberapa acara kegiatan kepolisian.
Tak hanya itu, Beliau juga mampu memberikan
pemaparan yang mudah mengerti di depan khalayak seperti saat memberikan materi
tentang Keindonesiaan, memaparkan tugas- tugas Kepolisian dan bahaya Narkoba di
depan pelajar, mampu mensosialisasikan tentang tata cara berlalu lintas dan
cara agar selamat berkendara dari Peserta antusias mendengarkan materi dan
mendapatkan pengetahuan baru tentang ketentuan berlalu lintas.
Hampir sama dengan Pak Lalu Hiskam, Pak Berce Fase juga cukup familiar di
kalangan pelajar Mimika dikarenakan Beliau seringkali Beliau safari ke beberapa
sekolah memberikan pembekalan tentang tertib berlalu lintas, tata cara berlalu
lintas, sopan santun berkendara di tengah pelajar.
Beliau merupakan salah satu promotor program
polisi sahabat sekolah yang merupakan bagian dari langkah kepolisian dekat
dengan masyarakat sekolah.
Program ini bertujuan untuk menyadarkan warga
sekolah agar tertib berlalu lintas, menggunakan helm SNI, sopan santun dalam
berkendara, kecepatan kendaraan selalu terukur, taati rambu-rambu lalu lintas,
menjaga kamtibmas di setiap lingkungan tempat tinggal serta jauhi tawuran antar
pelajar.
Kehadiran kedua polisi ini menjadi angin segar
bagi masyarakat Mimika utamanya bagi generasi muda Mimika untuk mendapatkan
khasanah pengetahuan mengenai berlalu lintas yang baik dan benar sehingga
mengurangi tingkat kecelakaan di kalangan pelajar.
5. Belajar Mengorganisasi Kegiatan Komunitas dari
Bapak Ryo Dave dan Jarod Wahyudi
Selain bertugas sebagai pencipta ketertiban dalam
masyarakat, Bapak Ryo Dave dan Pak Jarod Wahyudi mengemban tugas sebagai ketua
komunitas yang inspiratif.
Pak Ryo sebagai pelopor Cosmik (Costplayer Mimika)
dimana anggota grup ini menggunakan kostum superhero dalam memberikan hiburan
dan menambah semarak suatu acara kegiatan sosial kepada masyarakat Mimika.
Sedangkan Pak Jarod Wahyudi adalah ketua organisasi Reptile Timika Communities.
Organisasi ini semacam wadah untuk melindungi
hewan jenis Reptil. Mereka gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran akan pentingnya
melestarikan sekaligus melindungi hewan
jenis reptil utamanya jenis reptil endemik di Papua dalam sehingga turut
melestrasikan dan memelihara keseimbangan alam.
6. Belajar dari Polisi Bertalenta dari Pak
Antonius Balaba dan Samuel Borang
Saya kepingin belajar dari kedua polisi bertalenta
ini yaitu Bapak Antonius Balaba dan Bapak Samuel Borang. Selain bertugas
sebagai Kanit Turjawali, Pak Antonius Balaba mempunyai keahlian melantunkan
lagu dengan cukup baik.
Totalitasnya dalam bidang hiburan membuat Beliau
mendirikan usaha penyewaan elekton
dengan nama Bambet. Kehadiran Pak Anton
sudah tak asing lagi bagi sebagian masyarakat Mimika karena biasanya kita bisa
mendengarkan suaranya yang merdu di acara pernikahan atau syukuran. Soal suara,
sudah tentu tak diragukan lagi kualitasnya. Lagu-lagu Pance Pondang dan Ebit G Ade disikat abis.
Ada lagi polisi bertalenta yaitu Pak Samuel Borang
yang punya jasa besar dalam meningkatkan minat masyarakat Mimika untuk
mencintai ilmu Beladiri Ju-Jitsu.
Secara tak langsung, masyarakat diajak untuk
mengisi kegiatannya dengan kegiatan yang bermanfaat ketimbang melakukan
kegiatan yang tidak berfaedah Hebatnya lagi, Beliau merupakan satu dari dua orang saja di Timika
yang berhasil mengantongi sertifikat Wasit Nasional setelah mengikuti beratnya
ujian tes pada saat penataran dan pelatihan wasit/juri Institut Ju-Jitsu
Indonesia.
Gelimpangan Prestasi dari Pucuk Pimpinan
Kepolisian Kabupaten Mimika, Bapak Agung Marlianto
Jajaran Kepolisian Mimika mempunyai pucuk pimpinan
baru yaitu Bapak Agung Marlianto. Bapak
Kapolres kami adalah salah satu polisi yang cerdas terbukti dengan penghargaan
yang diraihnya. Sejak masa mahasiswa Akademi Kepolisian, beliau masuk sebagai
satu dari tujuh taruna yang dipilih
masuk dalam jajaran Lembaga Musyawarah Taruna (Lemustar).
Di tingkat dua dan tiga mendapat penghargaan Tri
Sakti Wiratama (prestasi tertinggi yang diberikan kepada
taruna atau taruni Akpol yang menonjol dalam tiga aspek sekaligus yaitu mental, fisik dan intelek), penghargaan
Adi Tanggap ( siswa berprestasi bidang keterampilan akademik dan pengetahuan),
penghargaan Wira Trengginas ( siswa taruna terbaik di bidang olahraga),
penhargaan Tanggon Kosala (siswa terbaik
dalam aspek mental dan perilaku) dan yang paling membanggakan adalah penghargaan
Adhi Makayasa Akpol sebagai lulusan terbaik Akpol 1998.
Penutup
![]() |
| Saya Bersama Teman-Teman Polres Mimika. Dok:Pribadi |
Dari paparan yang saya ulas ini terbukti
bahwa jajaran polisi di Kabupaten Mimika
tak kalah dengan polisi-polisi di Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi.
Mereka punya segudang hal yang menarik untuk
dibanggakan mulai dari kepribadian, talenta, fisik yang menawan,kepemimpinan,
dan sepak terjang yang inspiratif.
Saya meyakini masih banyak polisi-polisi lainnya
yang punya sepak terjang yang luar biasa di Mimika yang mungkin saya ulas di
artikel-artikel saya selanjutnya.
Doa kami semoga jajaran kepolisian di Kabupaten
Mimika tetap senantiasa prima, tetap tegar dan selalu dalam perlindungan Tuhan
Yang Maha Esa menjadi garda terdepan menciptakan kondisi keamanan yang kondusif
di Mimika. Jangan lelah ya Bapak/Ibu Polisi Kami. Salam Turn Back Crime
Kisah ini saya publikasikan juga di akun Kompasianaku








